Main Menu

Hilang 13 Tahun, TKW Asal Indramayu Dipulangkan

Bernadetta Febriana
11-08-2018 17:52

Ilustrasi.(ANTARA/re1)

Amman, gatra.com - Selama 13 tahun, TKW asal Indonesia berinisial DT (30) hilang di Yordania. Ia akhirnya ditemukan dan dipulangkan oleh KBRI Amman setelah sebelumnya Kemlu menerima aduan dari pihak keluarga di Indonesia.

DT telah tiba di Jakarta pada 11 Agustus lalu. Untuk mendalami kasusnya, sesampainya di Jakarta DT langsung ditangani pihak Kemlu sebelum dipulangkan ke daerah asalnya Indramayu.

Sejak adanya aduan dari Kemlu pada awal 2018, KBRI Amman melakukan upaya pencarian dengan berbagai macam cara salah satunya dengan melalui masyarakat Indonesia yang ada di Yordania. Selain itu pencarian DT juga melibatkan pengacara KBRI Amman.

“Jujur saja rasanya seperti menerima tugas mission impossible, karena mencari seseorang di luar negeri nyaris tanpa data apapun yang dapat dijadikan rujukan," ucap Andy Rachmianto, Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dalam rilis yang diterima gatra.com

Karena rasa kepedulian serta keberpihakan, lanjut Andy, seluruh Tim Perlindungan WNI KBRI Amman bekerja keras mencari tahu keberadaan DT tanpa kenal lelah.

Sekitar bulan April 2018, jejak keberadaan DT tercium. “Namun upaya mengontak dan mengambil DT dari majikannya harus menempuh perjuangan berat,” ujar Andy. Dalam kasus serupa seperti ini majikan selalu berusaha untuk mencegah komunikasi TKW dengan KBRI. Namun dengan adanya bantuan Anti Human Traffivking Unit ( AHTU) Yordania, KBRI berhasil mengambil paksa DT dari sang majikan.

Saat ditemukan, DT dalam keadaan sehat walaupun kini ia tidak dapat lagi berkomunikasi lagi dalam berbahasa Indonesia. "Namun yang tidak kalah penting yakni memastikan semua haknya terpenuhi sebelum dipulangkan”, katanya.

Sambil menunggu pemenuhan hak-haknya selama di penampungan, DT berkesempatan belajar menggunakan Bahasa Indonesia dan melakukan penyesuaian-penyesuaian lainnya. DT juga berkesempatan berpartisipasi dalam berbagai lomba dalam rangka peringatan HUT RI.

“Rasanya aku tidak akan pernah kembali ke Indonesia dan bertemu kembali dengan keluargaku. Aku sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa. Terima kasih KBRI sudah merubah hidup aku”, ucap DT.

Ketika berangkat ke Yordania pada tahun 2005, usia DT belum genap 17 tahun. DT direkrut dan disponsori oleh calo berinisial JI. DT diberangkatkan ke Yordania oleh dua buah perusahaan yang berkantor di Jakarta Timur dengan menggunakan visa turis.

Sejak tiba di Yordania, agen yang mempekerjakan DT tidak pernah melaporkan ke KBRI. Padahal DT bekerja dibanyak majikan selain itu juga paspor DT tidak diperpanjang, izin tinggal pun tidak dibuatkan. Bahkan saat ini DT terlantar agen penyalur yang menyalurkan pekerjaan telah ditutup.

“Kami berharap aparat penegak hukum di tanah air dapat mendalami kasus ini dan menghukum mereka yang terlibat. Kita tidak ingin ada DT-DT berikutnya yang menjadi korban lagi”, ucap Andy.


Reporter : RAS

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
11-08-2018 17:52