Main Menu

Rumah Tahan Gempa akan Dibangun di Lombok

Mukhlison Sri Widodo
12-08-2018 10:33

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (GATRA/Arief Koes/RT)

Yogyakarta, Gatra.com - Kementerian Pekerjaam Umum dan Perumahaan Rakyat akan menerapkan skema rehabilitasi rekonstruksi masyarakat dan permukiman berbasis komunitas (rekompak) untuk korban gempa Lombok. 

 

Rumah-rumah baru tahan gempa akan dibangun secara gotong royong oleh pemerintah, masyarakat, hingga mahasiswa.

Saat ini verifikasi kerusakan pada sekitar 22 ribu rumah sedang dilakukan oleh Kementerian PUPR, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Pemda Nusa Tenggara Barat.

Rencana rehabilitasi rumah korban gempa Lombok ini diungkapkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai menghadiri penutupan Pelatihan Pembelajaran Sukses Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, di kampus tersebut, Sabtu (11/8) sore.

“Data yang masuk, terdapat sekitar 22 ribu rumah yang rusak. Saat ini proses pembersihan material bangunan dan verifikasi berapa yang rusak berat, sedang, dan ringan dilakukan. Diharapkan Senin (13/8) selesai,” jelasnya.

Dari hasil verifikasi ini, pemerintah akan memberikan bantuan untuk pembangunan ulang rumah. Rinciannya rumah rusak berat mendapat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta. Besar bantuan ini sesuai nilai pembangunan rumah Rp1,5 juta per meter persegi.

Menurut Basuki, pembangunan rumah baru dengan skema rekompak melibatkan masyarakat untuk gotong royong. 

Selain itu, Kementerian PUPR juga akan melibatkan mahasiswa yang tengah mengikuti kuliah kerja nyata atau KKN di Lombok.

“Kami menargetkan bangunan baru nanti tahan gempa. Banyak bangunan yang rusak tidak memenuhi kualifikasi bangunan tahan gempa seperti ketersediaan kolom,” kata Basuki.

Pembangunan rumah tahan gempa ini rencananya dimulai usai kunjungan Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan pada Senin (13/8). 

Menurut Basuki, jika nanti bahan bangunan kurang, pemerintah akan mendatangkannya dari luar Lombok.

Di kesempatan yang sama, Basuki juga menyatakan bahwa pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo harus sudah dimulai tahun ini. Saat ini sedang berlangsung proses lelang tender.

“Kami akan bangun Yogyakarta-Solo dulu, baru ke arah Magelang dan lainnya. Prinsipnya, jalan tol ini melayang di atas jalan nasional karena keterbatasan lahan di DIY” katanya.

Di hadapan 9.152 mahasiswa baru UGM, Basuki berpesan agar mahasiswa bukan hanya mengejar kepandaian dan menjaga nilai budaya ketimuran. 

Namun selain itu, mahasiswa saat ini juga dituntut untuk membekali dirinya dengan sikap jujur, integritas, dan profesionalisme.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
12-08-2018 10:33