Main Menu

Oknum Polisi Hilangkan Barang Bukti Narkoba, IPW: Harus Dihukum Mati

Abdul Rozak
13-08-2018 19:37

Presidium IPW Neta S. Pane (Dok. Gatra/Karvarino/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Indonesian Police Watch (IPW) meminta polisi transparan menangani kasus hilangnya sebagian alat bukti kasus narkoba dengan tersangka Rybnokov Vladimir Aleksandrovich. Dia adalah warga negara asing (WNA) asal Rusia.


Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan, tindakan menghilangkan alat atau barang bukti melibatkan oknum polisi harus ditindak tegas. Apalagi kasus hilangnya barang bukti narkoba bukan yang pertama terjadi di Tanah Air. Beberapa tahun lalu di Jakarta Barat, kata Neta, ada barang bukti narkoba hilang dan diganti jadi tepung di pengadilan. Sehingga terdakwa bebas dari tuduhan sebagai bandar narkoba.

"Kasus ini harus jadi pelajaran bagi Polri tentang betapa buruknya mentalitas oknum aparatur. Mereka jadi tikus melenyapkan barang bukti. Padahal pencurian barang bukti itu berdampak luas yaitu tersangka bisa bebas," tutur Neta dalam keterangan pers kepada wartawan, Senin (13/8).

Hilangnya barang bukti, lanjut dia, menunjukkan buruknya sistem kerja polisi. Oknum yang terlibat penghilangkan barang bukti harus dicopot dari jabatannya dan dikenakan hukuman berlapis.

"Oknum itu patut dicurigai sebagai bagian dari sindikat narkoba untuk membebaskan tersangka. Oknum seperti ini bahkan harus dijatuhi hukuman mati agar ada efek jera dan oknum polri yang bermain main dengan narkoba," tutup Neta.

Dalam kasus Rybnokov, polisi inisial AS menjalani pemeriksaan di Propam Polresta Denpasar. Kasus ini sudah dilimpahkan dari penyidik kepolisian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung. Dari barang bukti sebanyak lima paket barang bukti kokain seberat 4 gram milik tersangka, dua klip di antaranya dan buku bacaan Rusia tempat menaruh paket barang haram itu diduga hilang.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
13-08-2018 19:37