Main Menu

TVRI Pilih Benahi Internal Daripada Urus Siaran Tunggal

Mukhlison Sri Widodo
14-08-2018 22:36

Dirut. TVRI Helmi Yahya (rri.co.id/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Direktur Utama TVRI Helmy Yahya mengatakan pihaknya tidak memusingkan kebijakan  penyelenggaraan siaran tunggal atau single mux. Helmy menyatakan saat ini TVRI fokus pada pembenahan internal.

 

“Kebijakan soal penyelenggaraan siaran tungal atau tidak bukan domain kami. Itu urusan pemerintah dengan DPR RI. Tapi kami siap mengikuti kebijakan yang akan diambil,” kata Helmy di Sleman, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Selasa (14/8).

Helmy menjadi pembicara kunci bersama Kapolda Brigjen Ahmad Dofiri dalam pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru  Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam draft revisi Undang-Undang Penyiaran nomor 32 tahun 2018, TVRI diusulkan sebagai satu-satunya penyelenggara penyiaran atau single mux. 

Jika nantinya disetujui, TVRI akan memasok program-program ke lembaga siaran swasta.

Jika pemerintah mengambil kebijakan untuk menerapkan single mux dengan TVRI sebagai penyelenggara tunggal, Helmy menyatakan pihaknya siap. 

Apalagi saat ini TVRI satu-satunya stasiun televisi Indonesia yang memiliki 65 transmisi digital dan tahun ini ditambah 54 titik lagi.

Helmy mengatakan jajaran direksi tidak pernah ikut-ikutan membahas pengambilan kebijakan di Komisi I DPR RI. 

Ia percaya apapun keputusan pemerintah dan DPR adalah keputusan terbaik untuk TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.

“Sekarang kami fokus pada pembenahan internal baik secara manajemen maupun kualitas siaran,” lanjutnya.

Menjelang setahun diangkat sebagai Direktur Utama TVRI, Helmy mengatakan selama kepemimpinannya, banyak perubahan internal di TVRI, terutama dalam hal manajemen.

Saat ini Helmy mengatakan TVRI sudah terbuka dalam hal birokrasi termasuk untuk mutasi, promosi, dan absensi karyawan yang selama ini tertutup. 

Hasilnya, TVRI mendapat diclamier dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Fokus ke depan kami akan menumbuhkan kembali kepercayaan dari pemangku kepentingan TVRI yaitu pemerintah, DPR, lembaga negara atau kementerian, dan swasta. Hasilnya pendapatan dari iklan meningkat,” katanya. 

Helmy juga mengatakan, untuk meningkatkan mutu siaran, TVRI tengah mendaur ulang sejumlah sinetron bermuatan budaya dan pendidikan yang dulu pernah menjadi ikon TVRI seperti Siti Nurbaya, Keluarga Cemara, dan Malahayati. TVRI juga akan memproduksi sinetron tentang Pangeran Diponegoro.

"TVRI ingin menjadikan diri sebagai stasiun yang memiliki kualitas tontonan aman bagi anak-anak, bebas kepentingan, netral dan imparsial,” ujarnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
14-08-2018 22:36