Main Menu

Prinsip Dasar Konstitusi dengan Menciptakan Keadilan

Anthony Djafar
18-08-2018 17:12

Wakil Presiden  Jusuf Kalla menghadiri Peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV MPR/DPR RI Jakarta,Sabtu 18/08/2018. (Dok.setwapres/RT)

Jakarta, Gatra.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa prinsip dasar dari konstitusi ini, yakni melindungi semua warga, menciptakan keadilan, pemerataan ekonomi dan mencerdaskan kehidupan berbangsa.


“Mensejahterakan bangsa, dan ikut berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Wapres saat menghadiri Peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV MPR/DPR RI Jakarta, Sabtu (18/8).

Wapres menyebut bahwa diperingatinya hari Konstitusi ini, bermakna bahwa pendiri bangsa telah sigap menyertakan kemerdekaan, kemudian menyusun struktur kerangka dasar hukum bangsa dan‎ juga tujuan untuk berbangsa.

“Patut kita hormati. Terus menghormati bapak-bapak bangsa yang telah menjadikan bangsa ini jadi bangsa yang besar,” katanya.

Seiring perkembangannya, kata Wapres, Konstitusi yang dinamis, tentu juga mengalami banyak perubahan-perubahan dan perkembangan.

“Selama 73 tahun merdeka kita mengalami empat kali konstitusi yang dijalankan bangsa ini. Jadi hal ini menjadikan suatu pengertian, bahwa konstitusi yang dinamis dan hidup, yang dapat menyesuaikan perkembangan dan kemajuan bangsa ini. Perkembangan politik bangsa,” katanya.

Meski telah berkali-kali terjadi perubahan itu, bahwa undang-undang dasar 45, yang kemudian telah beberapa kali amandemen, merupakan dasar yang kuat bagi perkembangan bangsa ke depan.

“Ini membuka suatu dinamika, apabila membutuhkan hal-hal yang baik bagi kita. Negara-negara besar telah melakukan hal yang sama,” katanya.

Wapres mencontohkan seperti Amerika yang telah melakukan amandemen undang-undang konstitusinya beberapa kali. Begitu juga India, Thailand tiap 5 tahun ada perubahan konstitusinya.

“Kita bersyukur tidak seperti itu. Kita menyesuaikan konstitusi apabila ada hal-hal yang penting untuk kebutuhan bangsa ini,” katanya.

Wapres mengingatkan bahwa peringatan hari konstitusi ini tidak sekadar diperingati semata tetapi juga menjadi evaluasi. Apa yang tejadi di masa mendatang itu berlangsung secara dinamis dan menjadi bagian dari hal itu.

“Peranan ilmu pengetahuan sangat penting, perkembangan bangsa banyak yang terpecah. Kita tetap bersatu karena konstitusi ini. Bagaimana memperkuat konstitusi kita. Unsur Konstitusi bangsa yang menjadi harapan. Menjadi dasar yang kuat, dan tercermin dalam konstitusi kita,” katanya.

Kedatangan Wapres didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Hadir pula Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) dan Ketua MK Arief Hidayat dalam acara ini.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
18-08-2018 17:12