Main Menu

Keputusan MUI: Vaksin MR Haram Tapi Masih Bisa Dipakai

Anthony Djafar
21-08-2018 05:57

lla (MR) (ANTARA/Adwit B Pramono/FT02)

Jakarta, Gatra.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa vaksin untuk imunisasi campak (measles) dan rubella (MR) itu masuk kategori haram. Namun masyarakat yang ingin menggunakannya masih bisa dan tidak dilarang.


Keputusan itu diambil setelah MUI menggelar rapat pleno yang dihadiri Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, dan Ketua Harian MUI Bidang Fatwa Huzaemah T Yanggo di kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin dalam penjelasannya mengatakan bahwa pemakaian vaksin MR yang di produk dari Serum Institute of India (SII) itu hukumnya haram.

“Hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi," kata Hasanuddin dalam keterangan persnya di kantor MUI.

Meski begitu, kata Hasanuddin, masyarakat yang ingin memakai vaksin MR masih dibolehkan karena melihat kondisi keterpaksaan atau darurat syar'iyyah. Misalnya belum ada satupun ditemukan vaksin MR yang dikategorikan halal. Kemudian ada bahaya yang akan timbul jika tidak dilakukan imunisasi vaksin MR, sehingga itu dibolehkan.

"Dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan. Itu karena belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci," kata Hasanuddin.

Selain itu adanya keterangan ahli yang menyebutkan bahwa akan ada bahaya manakala tidak diberikan imunisasi vaksin MR.

"Ada keterangan ahli yang kompeten dan dipercaya tentang adanya bahaya yang timbul akibat tidak diimunisasi," kata Hasanuddin.

Meski begitu, kementerian kesehatan sebelumnya sudah memutuskan untuk menunda sementara pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada masyarakat muslim.

Keputusan itu diambil setelah Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek bertemu dengan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin di kantor MUI, pada Jumat 3 Agustus lalu.

Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
21-08-2018 05:57