Main Menu

Gerindra Kritik Direksi PT Antam Ajak Pegawainya Nobar Sultan Agung Tahta Perjuangan Cinta

Anthony Djafar
23-08-2018 17:27

Pengumuman nonton bareng (Nobar) Film Sultan Agung Tahta Perjuangan Cinta dikeluarkan direksi PT Antam. (Dok.Istimewa/RT)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengkritisi direksi PT Aneka Tambang (Antam) yang mengeluarkan Surat edaran untuk nonton bareng (Nobar) Film Sultan Agung Tahta Perjuangan Cinta di bioskop di Grand Indonesia, yang pada saat bersamaan juga rencannya akan disaksikan Presiden Jokowi.


“Nah ini sama saja ngajak karyawan Antam untuk bolos kerja rame rame. Dan ini sangat merugikan PT Antam dalam hal ini negara. Dan juga merugikan para pemegang saham publik,” kata Arief.

Arief menilai perbuatan pihak direksi PT Antam yang mengeluarkan surat edaran tersebut hanya untuk mencari muka kepada Presiden yang ikut menonton di Grand Indonesia, pada pukul 15.30, Kamis 23 Agustus 2018.

“Kebetulan pak Joko Widodo juga nonton film tersebut,” katanya.

Arief meminta agar direksi PT Antam dievaluasi kinerjanya karena telah mengorbankan perusahaan dengan menghimbau karyawan untuk pulang cepat hanya untuk nonton bareng di Grand Indonesia.

“Jadi direksi Antam seharusnya dicopot karena sudah mengunakan perusahaan milik negara untuk kepentingan politik,” kata Arief.

Sebelumnya Arief menerima adanya surat edaran berupa pengumuman bernomor 27.Pm/0015/CHR/2018. Dalam surat tersebut intinya ada arahan dari pihak direksi kepala seluruh pegawai di lingkungan kantor pusat, unit Logam Mulia, UBLD dan Unit Geomin diundangn untuk menghadiri acara nonton bareng premier film “Sultan Agung Tahta Perjuangan Cinta” yang rencananya aka dihadiri Presiden Joko Widodo.

Pihak PT Antam yang dikonfirmasi mengenai surat, membenarkan. “Iya, benar ada surat itu,” kata salah seorang panitia acara tersebut.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
23-08-2018 17:27