Main Menu

Pemerintah Siapkan Dana Rp3,3 Trilyun untuk Anggaran Cadangan Bencana

Birny Birdieni
23-08-2018 21:31

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama para pengungsi gempa Lombok. (GATRA/Hernawardi/FT02)

Mataram, Gatra.com- Untuk mengantisipasi kejadian bencana, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pemerintah telah menyiapkan dana anggaran Cadangan Bencana sebesar Rp3,3 trilyun pada APBN 2018. Realisasi penggunaan anggaran itu akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB).

 

"Kami sedang memperoses tambahan anggaran sekitar Rp3,3 trilyun lagi. Untuk ini perlu suatu penanganan yang tepat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Desa Jeringo, Kecamata Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB usai mengunjungi para pengungsi korban gempa Lombok, Kamis (23/8).

Nah anggaran tersebut juga akan digunakan untuk rehabilitasi korban gempa bumi di Lombok. Menurut Sri Mulyani, BNPB telah mengusulkan kepada Kemenkeu untuk minta tambahan bantuan ke Lombok.

Yakni tambahan anggaran untuk menangani sejumlah kerusakan, seperti rumah tinggal penduduk, sekolah, serta jalan, jembatan, dan gedung kantor pemerintah. Juga pasar dan sarana-prasarana sosial ekonomi lainnya. 

Tidak hanya itu, Sri Mulyani juga menyebut bahwa Kemenkeu akan melakukan percepatan penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa terkait dengan kabupaten/kota yang terdampak gempa. Yakni dengan memberikan relaksasi pada prosesnya dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola.

Saat ini pemerintah tengah melakukan inventarisasi kerusakan rumah milik masyarakat, baik yang rusak berat, sedang dan rusak ringan. Sebagai tahapan rehabilitasi awal para korban gempa di Lombok, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebanyak Rp938 Milyar.

Rincian anggaran tersebut antara lain dana sebanyak Rp557,7 milyar berasal dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Rp428,1 milyar melalui kementerian/lembaga (K/L). 

Adapun Kementerian/Lembaga tersebut adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Kementerian Pendidikan dan Budaya, serta Kementerian Kesehatan. Diluar itu,

Sri Mulyani menyatakan, untuk rumah rusak berat akibat gempa bumi akan mendapatkan bantuan sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta. BNPB telah mengidentifikasi jumlah rumah yang rusak berat lebih dari 70 ribu rumah.

“Jadi proses pengidentifikasian rumah rusak yang dilakukan oleh BNPB dan BPBD nanti akan dilakukan sesegera mungkin," kata Sri Mulyani. Proseduralnya adalah dengan mencatat identitas korban baik menyangkut nama, alamat dan identitas lainnya yang diperlukan untuk pendataan ini.

Menurut Sri Mulyani, proses pencairan tahap awal dimulai dimana sebanyak 5.000 unit rumah rusak berat sudah teridentifikasi dan bisa segera dicairkan. BNPB sendiri hingga saat ini sudah menggunakan anggaran lebih dari Rp600 milyar.

Tidak hanya itu, Sri Mulyani beserta jajaran Kementerian Keuangan dan Dharma Wanita Kementerian Keuangan juga memberikan donasi senilai Rp1 milyar kepada masyarakat pengungsi Desa Jeringo. “Kami berharap bantuan yang berasal dari jajaran Kementerian Keuangan bisa meringankan penderitaan masyarakat kita di sini (Lombok). Pmerintah juga akan turun tangan melalui anggaran APBN maupun APBD,” tutup Sri Mulyani.


Reporter: Hernawardi

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
23-08-2018 21:31