Main Menu

LSI: Jokowi-Ma’ruf Bakal Mendulang Suara Ormas Islam

Ervan
24-08-2018 16:55

Konferensi pers Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny-JA (GATRA/Ervan Bayu/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny-JA  menilai, ada beberapa kategori pemilih muslim yang mempunyai dampak besar dalam bursa Pilpres 2019 mendatang.

 

Seperti diketahui total pemilih muslim tanah air minimal mencapai 85% populasi, dimana jelas pemilih yang berbasis muslim akan menjadi pemenang dalam Pilpres. 

LSI merilis hasil survei yang dilakukan, berdasarkan asosiasi dengan ormas, pasangan Jokowi - Ma`ruf Amin bakal didukung mayoritas kader ormas NU, Muhammadiyah, dan juga ormas Islam lainnya. Namun pasangan ini justru tidak didukung oleh alumni gerakan 212.

"Di segmen NU pasangan Jokowi - Ma`ruf Amin unggul 54,7% dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga yang hanya diangka 27%. Begitu juga di Muhammadiyah,  Jokowi - Ma`ruf Amin mencapai 50% dibandingkan pasangan Prabowo - Sandiaga yang hanya diangka 35,7%. Namun untuk PA 212 justru pasangan Prabowo-Sandiaga unggul diangka 61,1% sedangkan Jokowi Ma`ruf Amin hanya 27,8%," jelas peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, di kantornya di bilangan Rawamangun, Jakarta, Jumat (24/8).

Menurut Rully, selain kategori ormas islam, hal lainnya  adalah soal pandangan agama dan politik. Dari analisisnya, agama dan politik merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, untuk hal ini kata Rully sebanyak 45,1%. Dan sebaliknya untuk pandangan agama dan politik harus terpisah hanya sebanyak 39,2%. 

"Untuk kategori itu, pasangan Jokowi - Ma`ruf Amin sebanyak 54,3% sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga 32,4%," ucap Rully. 

Survei dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dari 1.200 responden dengan margin of error sebesar +/- 2,9 %.

Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia. Survei juga melengkapi survei dengan penelitiaan kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. 


Reporter : Ervan Bayu
Editor : Mukhlison 

Ervan
24-08-2018 16:55