Main Menu

Komisi IX Minta Kemenkes Maksimal Pelayanan Kesehatan di Lombok 

Mukhlison Sri Widodo
24-08-2018 17:23

Seorang anak korban gempa Lombok (ANTARA/Ahmad Subaidi/FT02)

Mataram, Gatra.com - Komisi IX DPR meminta Kementerian Kesehatan memastikan bahwa mereka yang menjadi korban gempa di Lombok, seperti luka parah, ringan dan lainnya secepatnya mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. 

 

Pihak legislatif  juga berharap aksi yang dilakukan Pemerintah fokus segera melakukan recorvery terhadap dampak gempa. 

“Meskipun  kita tahu ini bukan pekerjaan mudah dan rumit karena demikian banyaknya korban gempa,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena kepada GATRA di Lingsar, Lombok Barat, Jumat (24/8).

Politisi PPP dari Dapil NTB ini menambahkan, banyaknya fasilitas kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas ataupun Pos Kesehatan Pembantu (Poskestu) yang mengalami rusak berat Komisi IX DPR RI memastikan akan segera melakukan rapat kerja dengan Menteri Kesehatan terkait penanganan gempa.

Menyinggung peranan BPJS Kesehatan pasca gempa dimana saat ini seluruh pelayanan kesehatan diambil alih oleh negara, Ermalena justru mempertanyakan setelah tanggap darurat ini selesai bagaimana peran dan fungsi BPJS. 

“Namun kita sudah mendapatkan penjeasan bahwa sejauh mereka peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maka ini menjadi tanggungjawab BPJS. Dan kita harap juga bagi yang belum menjadi peserta JKN untuk segera difasilitasi untuk bisa mendapatkan kartu JKN,” kata Ermalena.

Ermalena juga mempertanyakan soal regulasi yang memungkinkan kartu JKN akan bisa  aktif setelah 14 hari. 

Untuk itu nantinya hal tersebut akan dibicarakan secara khusus apa ada pengecualiaan khusus untuk gempa Lombok untuk bisa disegerakan. 

“Kalau memang diperlukan ada surat untuk itu komisi IX DPRI akan memberikan dukungan agar seluruh terdampak gempa Lombok  bisa menjadi tanggugjawab bersama,” harapnya.

Terkait masih kurangnya tenaga medis baik yang ada di Lombok Barat maupun di Lombok Utara yang masih kekurangan sebanyak 40% dari tenaga ideal yang dibutuhkan pasca gempa ini, Ermalena mengusulkan agar kekurangan tersebut bisa diperbantukan dari tenaga medis yang ada di daerah terdekat dari Lombok seperti dari Bali, Jatim ataupun Makasar. 

“Pasalnya tenaga medis yang ada saat ini di dua kabupaten ini juga terkena dampak gempa, dimana rumahnya banyak yang rusak berat. Jadi mereka tidak bisa bekerja maksimal,” terang Ermalena.

Mengenai ketersediaan air bersh, Ermalena meminta kementerian PUPR segera  mengambil langkah cepat seperti melakukan pengeboran dan atau dialirkan dari sumbermata air yang sudah ada ke lokasi pengungsian. 

Ermalena mengkhawatirkan jika ini tidak dilakukan secepatnya akan menambah kerjaan dari tenaga kesehatan. 

“Penyakit bagi para pengungsi ini akan menyerang seperti  diare, penyakit kulit, Ispa dan lainnya. Ini PR yang perlu dituntaskan dalam waktu secepat-cepatnya agar beban pelayanan kesehatan kita tak menjadi berat,” pungkasnya.


Reporter : Hernawardi
Editor : Birny Birdieni

Mukhlison Sri Widodo
24-08-2018 17:23