Main Menu

Mensos: Pemerintah Dukung Penuh Pemulihan Pasca Gempa

Mukhlison Sri Widodo
26-08-2018 08:52

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemensos/FT02)

Lombok, Gatra.com - Gempa bumi bertubi-tubi di NTB, menyebabkan banyak korban. Data Dinas Sosial Provinsi NTB dan Posko Induk hingga 25 Agustus 2018 mencatat sebanyak 563 jiwa meninggal, 1.116 mengalami luka berat/rawat inap, 71.937 rumah rusak dan 417.529 jiwa mengungsi. 

 

Sejak gempa mengguncang NTB pada 29 Juli lalu, Kementerian Sosial telah melakukan langkah-langkah Tanggap Darurat meliputi pemenuhan kebutuhan dasar. 

Yakni tempat tinggal sementara, kebutuhan penyediaan makanan, pengerahan Tim Penanganan Terpadu untuk proses pendampingan dan verifikasi data sampai masa tanggap darurat berakhir, serta menyerahkan santunan bagi ahli waris korban meninggal. 

Secara keseluruhan bantuan sosial tanggap darurat dari Kementerian Sosial mencapai Rp 1,2 trilyun, terdiri dari bantuan logistik, santunan ahli waris, paket sembako, beras reguler, peralatan dapur keluarga, bansos PKH dan BPNT. 

"Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar korban bencana harus mendapat prioritas utama, maka Kementerian Sosial akan terus memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada Pemprov NTB untuk melaksanakan Proses Rehabilitasi Sosial Pascagempa," ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita seperti dikutip dari rilis yang diterima GATRA, Ahad (26/8).

Sehari setelah dilantik Agus memang langsung bertolak ke Lombok. Pada Sabtu (25/8) ia pun mengunjungi pusat penampung pengungsi di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. 

Kepada pengungsi Agus menyampaikan salam dari Presiden Jokowi. “Beliau juga berpesan agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi bencana ini,” katanya membuka dialognya dengan para pengungsi yang duduk bersila membentuk lingkaran di atas terpal biru.  

Malam itu Mensos secara spontan memberikan kesempatan kepada warga untuk mencurahkan isi hati dan berbagi cerita selama di pengungsian.

“Saya ingin anak saya sekolah lagi. Di sini belum ada sekolah darurat. Mohon kiranya Pak Menteri dapat membantu,” kata Bustia, seorang bapak yang hadir dalam pertemuan itu. 

Menteri Sosial pun mengungkapkan sekolah darurat diharapkan sudah mulai beroperasi pada Senin (27/8). 

Sementara Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) mengatakan pihaknya telah pelaksanaan LDP di 30 titik pengungsian untuk memantu memulihkan trauma anak, serta berkoordinasi dengan guru madrasah untuk mendirikan sekolah darurat. 

Kepada pengungsi yang hadir malam itu, Menteri Agus juga mengatakan warga NTB harus yakin Allah SWT bersama mereka dan harus percaya bahwa pemerintah akan senantiasa mendampingi warga NTB dalam melalui masa-masa pemulihan pasca gempa. 

“Pemerintah akan selalu bersama-sama dengan Bapak Ibu sekalian. Apalagi dalam keadaan bencana,” paparnya di hadapan ribuan pengungsi. 

Agus berharap melalui bencana gempa bumi ini, ada hikmah yang dapat diambil yaitu tentang hidup bersama, saling membantu dan saling mendukung. 

Ia juga memuji ketegaran warga dan mampu bertahan dalam keadaan berkali-kali diguncang gempa. 

“Saya melihat ada ketegaran pada wajah-wajah ibu-ibu semua. Maka penting bagi saya bertemu ibu-ibu malam ini. Kendati cobaan ini tidak mudah, namun saya yakin ibu-ibu tegar ini bersemangat untuk bangkit kembali menata hidup,” harapnya. 

Dalam kunjungan ini Mensos juga menyalurkan bantuan tahap ketiga kepada korban gempa berupa peralatan memasak, uang duka untuk dua relawan PMI yang meninggal, dan sembako senilai Rp 3,5 milyar. 

Mensos juga mengapresiasi peran, kerja keras dan militansi Tagana yang datang dari 13 provinsi lain yang sudah melakukan tugas-tugas kemanusiaan sampai berakhirnya masa tanggap darurat. 


Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
26-08-2018 08:52