Main Menu

Golkar Bantah “Nyanyian” Eni Soal Aliran Dana Dugaan Suap PLTU Riau-1

Anthony Djafar
28-08-2018 07:27

Agus Gumiwang Kartasasmita. (GATRA/Wem Fernandes/re1)

Jakarta, Gatra.com – DPP Partai Golkar siap jika ada pihak yang meminta untuk dilakukan audit dalam penyelenggaraan Munaslub partai Golkar tahun 2017 terkait dugaan aliran dana suap proyek PLTU Riau-1 yang telah menetapkan Eni Saragih sebagai tersangka.


“Kami siap di audit dimana pun,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita, politisi partai Golkar, di kantor DPP Partai Golkar, Senin (27/8).

Agus yang kala itu ditunjuk sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Munaslub Partai Golkar 2017 mengakui jika Eni Saragih merupakan salah satu unsur panitia yang bertugas sebagai bendahara penyelenggara. Namun dana penyelenggaraan Munaslub partai Golkar pada Desember 2017 lalu itu tidak bersumber dari Eni.

“Sebenarnya Ibu Eni selaku bendahara tidak pernah memberikan sepeserpun (sumbangsih dana) dalam penyelenggaraan Munaslub," kata Agus.

Agus yang saat ini menjabat sebagai menteri sosial membantah pengakuan Eni ataupun kuasanya hukumnya, Fadli Nasution yang menyebut ada aliran dana mengalir ke Munaslub Partai Golkar.

“Penyataan yang diungkapkan itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Agus pun berani mempertanggungjawabkan dari mana saja sumber dana pembiayaan acara Munaslub Golkar yang telah mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar.

"Perincian penggunaan dana Munaslub telah kami laporkan secara transparan dan sumbernya berasal dari mana saja," katanya.

Sebelumnya, pengacara Eni, Fadli Nasution mengungkapkan adanya sejumlah dana yang diberikan Eni sekitar Rp 2 Miliar yang bersumber dari Johannes Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Baik Eni dan Kotjo saat ini menjadi tersangka dalam kasus suap PLTU Riau-1.

“Dana itu adalah bantuan dari saudara Kotjo kepada Eni,” kata Fadli.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
28-08-2018 07:27