Main Menu

Karena Korupsi, Parpol Dapat Peringkat Buruk dan Rendahnya Tingkat Kepercayaan Publik

Wem Fernandez
28-08-2018 17:01

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Artikel Terkait

 

 

- Kasus korupsi yang menjerat elite partai rupanya menjadi penyumbang utama rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik (Parpol). Berdasarkan survei yang dirilis Charta Politika, parpol hanya mendapatkan kepercayaan sebesar 32,5%.

 

Demikian pernyataan Direktur Riset Charta Politika Muslim Tanja saat merilis hasil survei di Jakarta, Selasa (28/8). "Partai politik hanya mendapat kepercayaan sebesar 32,5% dari masyarakat. Paling rendah di antaranya.”

Selain korupsi, faktor penentu yang menyebabkan rendahnya tingkat kepercayaan tersebut adalah kedekatan dengan masyarakat.

"Saya kira memang riset sebelumnya parpol rangkingnya rendah dan selalu terendah. Beberapa melakukan tindakan korupsi kemudian yang paling disorot adalah anggota dewan dari parpol," terang dia.

Berbeda dengan parpol, institusi TNI justru mendapatkan ranking sebaliknya. Sebanyak 73,5% responden menyatakan TNI sebagai lembaga yang paling dipercaya. Capaian positif ini disebabkan oleh citra TNI yang tidak ikut berpolitik. Pada posisi kedua, sambung Muslim, ditempati oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Nilai kepercayaan 73,4%. Tingkat ke empat adalah Presiden dengan tingkat kepercayaan 68,5%. Baru tingkat kelima ada Polri sebanyak 50,4% dan 49,3% memilih DPR sebagai lembaga yang bisa dipercaya," terang dia.

Metode survei yang digunakan charta adalah phone survei sejak 23-26 Agustus di delapan kota besar di Indonesia. Sebanyak 800 orang dipilih secara acak untuk mengikuti survei ini. Error margin dari penelitian ini kurang lebih 3,46% dengan tingkat kepercayaan 95%.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
28-08-2018 17:01