Main Menu

Hadapi Gempa, Lombok Bisa Belajar dari Jogja

Mukhlison Sri Widodo
29-08-2018 00:03

Rekrontruksi pascagempa di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB. (ANTARA/Ahmad Subaidi/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) siap membantu penanganan pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

 

Hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah provinsi NTB, meskipun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah mengunjungi Lombok dan menawarkan bantuan itu.

“Dengan pengalaman DIY menangani bencana gempa 12 tahun lalu, kami siap membantu masyarakat Lombok untuk pemulihan setelah gempa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Biwara Yuswantana di kantornya, Selasa (28/8).

Menurut dia, jika ada permintaan dari Lombok, tim rekonstruksi pascagempa yang terdiri dari ahli-ahli bangunan, manajer kebencanaan, hingga psikolog untuk pemulihan trauma siap diberangkatkan.

Belajar dari bencana gempa Jogja 2006, Biwara mengatakan rekonstruksi bangunan terdampak gempa harus melibatkan masyarakat karena mereka yang mengerti kondisi setempat.

“Pemerintah daerah tinggal memberikan pengarahan dan membuat perencanaan matang tentang apa yang harus dikerjakan serta terus mengevaluasi hasilnya,” ujarnya.

Menurutnya, saat gempa Jogja 200, tim rekonstruksi dan pemulihan berada di bawah Wakil Gubernur dan melibatkan TNI. Seluruh pihak menggelar rapat evaluasi dan rencana kerja tiap malam.

Di lapangan, aparat bersama masyarakat bahu-membahu membangun rumah berkonsep tahan gempa termasuk menggunaan bahan bangunan bekas rumah yang masih bisa digunakan.

Selain itu, sebagai upaya mempercepat pembangunan sarana dan prasana publik yang rusak, ketika itu pemerintah DIY mengalihkan dana APBD dari pos kegiatan yang bukan prioritas ke penanganan bencana.

Hasilnya, sekitar Rp125 milyar bisa difokuskan untuk membangun sarana dan prasana publik seperti puskesmas dan sekolah.

“Gubernur bahkan melobi berbagai perusahaan penyuplai bahan bangunan, seperti Krakatau Steel dan Semen Gresik, untuk memprioritaskan produknya di kawasan terdampak gempa dengan harga pabrik sehingga tidak terjadi kenaikan harga,” katanya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
29-08-2018 00:03