Main Menu

Fahri Hamzah Minta PKS Berikan Bantuan Hukum Untuk Eks Wali Kota Depok

Wem Fernandez
29-08-2018 14:23

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail (Dok. Twitter/@Nur_Mahmudi/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah meminta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memberikan pembelaan kepada eks Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail. Nur Mahmudi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga terlibat dalam proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok.

 

“Saya menyayangkan karena di DPP PKS enggak ada pembelaan sama sekali. Padahal kita harus menunjukkan bahwa Nur Mahmudi enggak salah, harus dibela. Cara membelanya memberikan bantuan hukum, memberikan advokasi,” jelas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (29/8). 

Nur Mahmudi merupakan salah satu pendiri PKS. Fahri mencatat, kurang lebih enam hingga tujuh senior PKS yang pernah berurusan dengan lembaga penegak hukum namun tak ada langkah pembelaan dari PKS. 

 “Jangan orang itu ditonton gitu loh! Katanya partai, berjamaah, segala macem.  Bukan apa-apa, untuk menunjukkan aja bahwa kader partai ini baik-baik sehingga mereka harus dibela,” ujar Fahri. 

Secara pribadi Fahri mengaku tidak melihat ada perubahan mendasar dalam hidup Nur Mahmudi meski sudah dua periode menjabat sebagai Wali Kota Depok. 
“Hidupnya enggak banyak yang berubah sebetulnya, tetap sederhana,” singkat dia. 

Selain Nur Mahmudi, polisi juga menetapkan eks Sekretaris Daerah Depok Ir Harry Prihanto sebagai tersangka. Perbuatan keduanya ditenggarai merugikan negara kurang lebih Rp.10.7 miliar. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, polisi masih menjadwalkan pemeriksaan lanjutan kepada Nur Mahmudi pasca ditetapkan tersangka pada Jumat, (20/8), lalu. Dia juga belum ditahan dalam kasus ini. 



Reporter : Wem Fernandez  

Editor : Birny Birdieni

Wem Fernandez
29-08-2018 14:23