Main Menu

#2019GantiPresiden Disebut Makar, Rocky Gerung : Itu Dungu

Abdul Rozak
29-08-2018 15:51

Ilustrasi - Gerakan #2019GantiPresiden (GATRA/Abdurachman/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Eks Dosen Filsafat Universitas Indonesia dan pengamat politik Rocky Gerung menilai #2019GantiPresiden tidak ada kaitan dengan makar. Tudingan gerakan tersebut makar dicap sebagai pandangan dungu.

Rocky mengkritisi statment Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV yang membidangi Komunikasi Politik dan Desiminasi Politik Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. Eks politisi Golkar itu menyebut gerakan #2019GantiPresiden ada bagian dari makar.

"Otak dungu yang membuat pandangan itu. Istilah makar yang paling tidak dikenal oleh generasi milenial," ungkap Rocky di kawasan Cut Mutia, Jakarta Selatan, Rabu (29/8).

Makar dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda dalam KUHP di tahun 1930-an untuk mempertahankan kekuasaan. Dalam bahasa Belanda, makar adalah unslag atau perlawanan.

Rocky mempertanyakan kaitan hubungan #2019GantiPresiden dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Apalagi dikaitkan dengan konflik di Suriah dan pergantian sistem ketatanegaraan. "Sebenarnya itu kurang tepat dan ngaco. Otak yang dungu bikin kalkulasi seperti itu," tutup Rocky.


 

Reporter : Abdul Rozak

Editor : Birny Birdieni 

Abdul Rozak
29-08-2018 15:51