Main Menu

DKPP Berhentikan Tetap Sepuluh Penyelenggara Pemilu

Wem Fernandez
29-08-2018 20:38

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap terhadap sepuluh penyelenggara pemilu yang terbukti melanggar kode etik.


Vonis tersebut disampaikan dalam sidang kode etik penyelenggara pemilu dengan agenda pembacaan 16 putusan di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Rabu (29/8). Sidang dipimpin oleh ketua majelis Dr. Harjono, bersama anggota Prof. Teguh Prasetyo, Prof. Muhammad, Dr. Alfitra Salam, dan Dr. Ida Budhiati.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Irham Habibi Harahap sebagai anggota Panwas Kabupaten Padang Lawas Pilgub Sumatera Utara Tahun 2018 dan tidak memenuhi syarat sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Padang Lawas Periode 2018-2023 terhitung sejak dibacakannya putusan ini,” kata Harjono dalam pesan elektronik yang diterima Gatra.com, Rabu (29/8) malam.

Amar putusan perkara yang dibacakan Harjono teregister dengan Nomor 133/DKPP-PKE-VII/2018. Selanjutnya sanksi pemberhentian tetap juga dijatuhkan kepada sejumlah penyelenggara pemilu di Kota Cirebon. Mereka adalah Suhartoni, Ani, Budiman Siswanto, Jajuli Rahmat, dan Nurjaman.

Anggota KIP Kab. Nagan Raya Said Mudhar, Anggota Panwas Kab. Nagan Raya Jufrizal, Anggota PPK Kec. Daul Makmur Kab. Nagan Raya Sukimin, dan Ketua Panwascam Blanakan Kab. Subang Dayim Dian Heriyanto juga dikenakan sanksi pemberhentian tetap.

Dalam sidang pembacaan putusan yang dimulai pada pukul 13:30 WIB, DKPP juga menjatuhkan sanksi terhadap Muhammad Fahruddin berupa pemberhentian dari jabatan sebagai Ketua Panwas Ogan Komering Ilir. Ia juga sekaligus mendapatkan sanksi berupa peringatan keras. Vonis peringatan keras juga dijatuhkan kepada Ketua KPU dan Panwas Kota Cirebon.

Lebih lanjut, sanksi peringatan berupa teguran tertulis dijatuhkan kepada sembilan belas penyelenggara pemilu. Sementara terhadap 37 penyelenggara pemilu yang tidak melanggar kode etik, DKPP merehabilitasi nama baiknya.

Ketua DKPP Harjono pada awal pembacaan putusan menyampaikan bahwa putusan yang dibacakan dalam sidang DKPP diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi penyelenggara pemilu.

“Putusan yang dibacakan pada sidang hari ini diharapkan bisa dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pemilu yang lain sehingga tidak terulang kesalahan yang sama,” demikian Harjono.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
29-08-2018 20:38