Main Menu

Tudingan Mahar Sandiaga Tidak Terbukti, Habiburokhman: Kami Akan Potong Tumpeng

Hidayat Adhiningrat P.
31-08-2018 11:52

Habiburokhman ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Ketua DPP Gerindra sekaligus Ketua Dewan Pembina ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) Habiburokhman, merasa bersyukur atas putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan tidak menemukan jenis dugaan pelanggaran pemilu yang dilanggar atas dugaan pemberian imbalan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) oleh Sandiaga Uno.

 

"Hari ini kami melakukan prosesi potong tumpeng sebagai rasa syukur atas putusan Bawaslu yang menyatakan tuduhan mahar terhadap Sandiaga Uno tidak terbukti dan menyatakan beliau tidak melakukan pelanggaran Pemilu apapun," kata Habiburokhman saat dihubungi Gatra.com (31/8/2018).

Lebih lanjut Habiburokhman menyatakan bahwa sejak awal pihaknya sangat yakin jika tuduhan tersebut memang tidak benar. Keyakinan ini muncul karena isu tersebut hanya dihembuskan berdasarkan tweet yang oleh Andi Arief (Wasekjen Partai Demokrat) sendiri dianggap sudah selesai.

"Dengan adanya putusan Bawaslu ini maka secara hukum nama baik Sandiaga, PKS, PAN serta entitas pasangan Capres Cawapres Prabowo – Sandiaga harus direhabilitasi," katanya.

Habiburokhman juga mengapresiasi dan berterimakasih pada Bawaslu yang telah membuat putusan berdasarkan fakta-fakta yang ada dengan merujuk peraturan perundang-undangan yang relevan. Dia berharap untuk waktu mendatang Bawaslu bisa mempertahankan kinerjanya demi menjaga kualitas demokrasi pada Pemilu 2019.

"Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyartakat untuk tidak melakukan atau menghentikan segala bentuk fitnah ataupun segala bentuk sindiran berdasar fitnah soal mahar tersebut. Mari kita hormati putusan Bawaslu sebagai institusi yang paling berwenang melakukan pengawasan Pemilu," kata Habiburokhman.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangannya menyatakan bahwa dalam proses penanganan laporan, Bawaslu telah melakukan pemeriksaan dengan mengundang terlapor dan saksi-saksi untuk dilakukan klarifikasi dan mendengarkan keterangan terhadap peristiwa yang dilaporkan. Dari tiga saksi yang diajukan oleh pelapor, satu saksi atas nama Andi Arif tidak dapat didengarkan keterangannya karena tidak memenuhi undangan.

"Ketidakhadiran Andi Arif memenuhi undangan Bawaslu, menjadikan laporan yang dilaporkan tidak mendapatkan kejelasan terjadinya peristiwa pemberian uang kepada partai PKS dan PAN," kata Abhan (31/8/2018).


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
31-08-2018 11:52