Main Menu

Hasto Kristiyanto: Partai Kami Tidak Pernah Membajak Kader Partai Lain

Hidayat Adhiningrat P.
31-08-2018 14:59

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (ANTARA/Aprillio Akbar/RT)

Jakarta, Gatra.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partainya tidak pernah membajak kader partai politik lain untuk masuk ke PDI Perjuangan. Pernyataan Hasto tersebut ia sampaikan menanggapi kemarahan politisi Partai Demokrat Andi Arief.

 

Dalam twitternya, Andi menyatakan kejengkelannya akan ulah Hasto yang membajak Ketua DPD Demokrat Jawa Timur, Soekarwo alias Pakde Karwo. Menurut Hasto, partainya tidak pernah punya pengalaman menarik atau membajak kader.

"Tidak ada tarik tarikan, tapi kemarin itu kader Partai Demokrat yang ingin bergabung mendukung Pak Jokowi sebagai capres," ujarnya kepada Gatra.com, Kamis (30/8).

Andi Arief sebelumnya menumpahkan kekecewaan terkait hal tersebut dengan mengatakan bahwa perpindahan kader ini dilakukan oleh Sekjen PDI-P Hasto Krisyanto.

“Saya berharap Ibu Megawati bisa menertibkan dari mulai mulut sampai tindak tanduk Hasto yang sudah di luar batas ingin merusak Partai Demokrat, Kami bukan hanya marah tapi sudah taraf eneg,” tulis Andi melalui akun Twitter @AndiArief_, kamis (30/8).

Andi juga menuding Hasto memiliki dendam pada Partai Demokrat, sebab namanya tak ada dalam susunan kabinet Indonesia Bersatu II dulu saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden RI pada 2009.

"Pada tahun 2009 memang ada beberapa kader PDIP yang ditawarkan jabatan menteri KIB II. Nama Hasto memang tidak ada, apakah karena itu dendam kesumat Hasto terhadap Demokrat enggak pernah padam," tulisnya.

Sementara itu, menurut Hasto, ketertarikan untuk mendukung Jokowi membuktikan bahwa kinerja petahana yang diusung 9 parpol tersebut memang memuaskan dan itu dilihat secara obyektif oleh siapapun.

Hasto pun enggan membocorkan siapa-siapa lagi yang akan bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf ini.

"Nantilah, kita lihat sendiri, daripada nanti ramai lagi. Kita berpikir yang positif sajalah," ujarnya.


Reporter: Bernadetta Febriana
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
31-08-2018 14:59