Main Menu

Senior Golkar Sesalkan Pernyataan Fadel Menyerang Partai

Anthony Djafar
31-08-2018 18:25

Senior Partai Golkar Rully Chairul Azwar. (Dok.MPR RI/RT)

Jakarta, Gatra.com - Senior Partai Golkar Rully Chairul Azwar menyesalkan pernyataan Fadel Muhammad yang menjadikan alasan keluarnya dari kepengurusan dewan pembina Golkar untuk nyalon jadi DPD, karena katanya Golkar dilanda perpecahan internal.

 

“Tidak eloklah kalau merasa senior, pernah di Golkar kemudian membuat pernyataan yang menyerang Golkar. Pernah jadi menteri karena kader Golkar kemudian ingin melemahkan Golkar dari dalam. Jangan begitulah saudara Fadel,” kata Rully di Jakarta, Jumat (31/8).

Anggapan Fadel yang beralasan bahwa terjadinya perpecahan di internal Golkar karena Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai Cawapresnya dan bukan kader Golkar, menurut Rully bukanlah alasan yang mendasar.

“Karena sebelumnya Golkar sudah komitmen sejak di Munas di Bali, Rapimnas di Kalimantan dan Munaslub di Jakarta mengukuhkan Jokowi sebagai Capres untuk dua priode. Dan memberikan mandat untuk memilih siapapun pasangannya sebagai Cawapres,” katanya Rully.

Menurutnya keputusan DPP partai Golkar yang menetapkan Jokowi sebagai capres dua priode itu merupakan komitmen politik yang tidak boleh berubah begitu saja dalam sekejap.

“Tidak mungkin komitmen awal itu berubah hanya karena Jokowi memilih Cawapres bukan dari Golkar. Kalau kemudian kita keluar, orang pasti bilang, loh bagaimana ini partai Golkar, sikapnya mencla-mencle,” katanya.

Rully yang juga ketua lembaga pengkajian MPR itu menyebut bahwa seharusnya Fadel tidak banyak mengumbar pernyataan kontroversi yang menyerang partai Golkar kalau memang merasa senior, bagian keluarga besar Golkar, demi menjaga soliditas Golkar.

“Kalau ada persoalan misalnya, seharusnya dia bicara di internal DPP. Bicara kepada pengurus. Tidak bicara keluar, apalagi itu tidak benar. Biar bagaimana pun Fadel pernah diangkat jadi menteri karena dia di Golkar. Jangan karena ingin keluar dari pengurus Golkar kemudian menyerang organisasinya sendiri,” katanya.

Meski Golkar sudah terbiasa menghadapi tekanan baik dari dalam maupun dari luar partai, sejauh ini kata Rully, senior-senior Golkar tentu punya pandangan berbeda dengan Fadel untuk menjaga soliditas pengurus dan mendukung keputusan DPP yang telah memilih Jokowi.

“Jadi menurut saya, anggapan saudara Fadel tidak benar. Golkar sama sekali tidak pecah. Tentu, senior-senior Golkar lainnya punya pandangan dan pendapat berbeda dari Fadel. Jangan terus mengklaim pikiran senior kayak dia (Fadel). Saya berfikir tidak begitu (berbeda dengan Fadel),” kata Rully.

Sebelumnya senior Golkar Fadel Muhammad menyebut dirinya keluar dari kepengurusan dewan pembina Partai Golkar karena mencalonkan diri di DPD. Fadel mengeluarkan pernyataan yang menyerang DPP Golkar dengan menyebut bahwa terpilihnya Cawapres Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi, telah memicu perpecahan di internal Golkar, karena berharap Jokowi memilih kader dari Golkar.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
31-08-2018 18:25