Main Menu

Wapres JK-Ma’ruf Amin Bertemu dengan Pelajar Afghanistan

Anthony Djafar
31-08-2018 20:56

Wapres Jusuf Kalla membuka Diklat Program Pendalaman Agama Islam di Indonesia bagi Pelajar Afghanistan di Istana Wapres, Jakarta.(Dok. Setwapres/re1)

Jakarta, Gatra.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia selalu mendoakan dan berusaha keras mencapai perdamaian untuk kemakmuran bersama.

 

"Enam bulan lalu saya ke kabul dan melihat bagaimana suasana keagamaan dan kemasyarakatan yang sangat tinggi hubungannya dengan sesama. Indonesia juga membantu membangun satu mesjid di Kabul," kata Wapres saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Program Pendalaman Agama Islam di Indonesia bagi Pelajar Afghanistan di Istana Wapres Jl. Merdeka Selatan Jakarta, Jumat, (31/8).

Wapres tak lupa memuji kehebatan bangsa Afghanistan yang memiliki semangat kepahlawanan yang tinggi. Sejak beberapa abad yang lalu pemerintah Afghanistan dapat mempertahankan negaranya dari negara-negara besar.

“Heroisme masyarakat dan rakyat Afghanistan sangat tinggi untuk mempertahankan negara, bangsa dan agamanya,” katanya.

Wapres berharap peserta dapat bergaul, belajar tentang kehidupan keislaman di Indonesia yang moderat, dan penuh kedamaian serta saling bertukar informasi dan pendapat dengan sesama generasi muda kedua negara.

“Generasi muda yang memiliki masa depan dan penuh harapan harus berusaha memperbaiki dan meningkatkan perdamaian di Afganistan,” katanya.

Sependapat dengan Wapres, Ketua MUI Ma’ruf Amin mengharapkan peserta dapat melihat dan menyerap secara langsung bagaimana budaya lokal bisa menyatu dengan ajaran Islam.

“Peserta dapat melihat dari dekat dan merasakan secara langsung bagaimana pemahaman keagamaan diajarkan dan dipraktekkan di Indonesia,” katanya.

Dalam acara ini, salah satu agendanya yakni bagaimana langkah kongkrit dan komitmen Pemerintah Indonesia mewujudkan perdamaian di Afghanistan. Ini juga merupakan kelanjutan dari Pertemuan Trilateral Ulama Afghanistan, Indonesia dan Pakistan, tanggal 11 Mei 2018 di Istana Bogor yang menghasilkan Bogor Ulema Declaration for Peace.

Program peningkatan kapasitas melalui program pendalaman agama Islam ini diberikan kepada 80 orang generasi muda Afghanistan. Mereka berusia 17 sampai dengan 20 tahun untuk belajar dan tinggal di pondok pesantren di Jawa Tengah (Tazakka) dan Jawa Barat (Daarul ‘Uluum). Diklat dilaksanakan selama 104 hari, mulai 1 September sampai dengan 13 Desember 2018.

Tampak hadir pada acara Wakil Menteri Luar Negeri A. M. Fachir, Perwakilan Kedutaan Besar Afghanistan di Indonesia, Dubes RI di Kabul dan Pengurus Harian MUI, Pondok Pesantren Tazakka serta Pondok Pesantren Daarul ‘Uluum.


Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
31-08-2018 20:56