Main Menu

Pasca Idrus Ditahan, Gerindra Pertanyakan SB Belum Tersangka

Anthony Djafar
01-09-2018 10:14

Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. (ANTARA/Rivan Awal Lingga/RT)

Jakarta, Gatra.com – Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyebut tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak menetapkan Sofyan Basyir (SB) sebagai tersangka pasca ditahannya Idrus Marham. Apalagi sudah ada pengakuan baru dari Eni Saragih yang membenarkan, adanya pertemuan beberapa kali dengan Sofyan Basyir dan tersangka lainnya terkait kasus Proyek PLTU Riau-1.

 

“Jangan karena SB dekat dengan kekuasaaan di negeri ini lantas kemudian KPK bersikap tidak adil untuk tidak menetapkannya sebagai tersangka,” kata Arief di Jakarta, Sabtu (1/9).

Arief menyebut dalam setiap konspirasi korupsi di Indonesia biasanya melibatkan empat unsur yang terkait yakni dari unsur dari Politisi Senayan (Eni Saragih ), Unsur Pengusaha (Johannes Kotjo), unsur partai Politik (Idrus Marham), unsur BUMN atau pejabat pemerintah.

“Unsur pejabat pemerintah ini kok yang belum ada dinyatakan tersangka sampai sekarang padahal pangkal persoalan utama munculnya kasusnya ini bersumber dari proyek pemerintah. Kenapa KPK masih mengulur-ngulur waktunya, ada apa?” katanya.

Arief mengingatkan kepada pimpinan KPK untuk tidak bermain politik, dan memilah milih orang yang hendak dijadikan tersangka lebih dulu.

“Kasus ini sudah transparan siapa terlibat dan siapa saja yang belum tersangka. KPK harus fair menangani kasus ini,” kata Arief.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut bahwa belum ditetapkannya tersangka baru pasca penetapan tersangka Idrus Marham dalam korupsi PLTU Riau-1, karena penyidik KPK belum menemukan tambahan alat bukti lainnya selain dari pengakuan terdakwa Eni Saragih.

“Baru dari satu orang saja si Eni (pengakuan menyebut nama Sofyan). Nah, baru satu saksi itu saja, dan itu ada kemungkinan dengan mudahnya itu dibantah di pengadilan," kata Alex di Jakarta.

Menurut Alex, akan sangat beresiko jika KPK buru-buru menetapkan tambahan tersangka baru dalam kasus korupsi PLTU Riau-1. Karena bisa saja nantinya keterangan saksi atau terdakwa lainnya yang diperiksa mencabut pengakuannya.

"Belum lagi risiko kalau Eni mencabut keterangannya, sedangkan, kalau mencabut bisa dengan mudah dipatahkan," kata Alex.

Adapun Sofyan Basir yang sudah dua kali diperiksa di KPK membantah keterlibatannya dalam pengaturan proyek tersebut dan juga menolak tudingan telah menerima janji ataupun aliran dana dari pengusaha Johannes Kotjo. 


Anthony Djafar

Anthony Djafar
01-09-2018 10:14