Main Menu

KPK Diminta Periksa Dirut Pertamina Nicke dalam Kasus PLTU Riau-1

Anthony Djafar
01-09-2018 11:18

PLTU Riau (Dok. Youtube/@ Firmansyah Alwi/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Direktur Eksekutif 98 Institute, Sayed Junaidi Rizaldi, meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan perkara kasus dugaan korupsi PLTU Riau-1 dengan memanggil Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, yang baru saja terpilih.

 

Alasan Sayed karena beredar informasi jika Nicke Widyawati itu pernah bertemu dengan tersangka Eni Saragih di Singapura, terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

“Ada dugaan pertemuan Eni dan Nicke di Singapura. Informasi itu kami peroleh adanya pertemuan membicarakan tentang PLTU Riau-1," kata Sayed Junaidi di Jakarta, Sabtu (1/9).

Menurut Sayed, informasi menyebut bahwa sebelum Nicke diangkat sebagai Dirut Pertamina, sudah lebih dulu menjabat Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN, yang sedikit banyaknya mengetahui pengadaan proyek PLTU Riau-1 yang sedang berjalan ketika itu.

“Sedikit banyaknya Nicke mengetahui proses proyek PLTU-Riau-1 itu,” katanya.

Sayed menyebut bahwa tidak ada yang menghalangi KPK untuk memeriksa semua pihak yang diduga terkait dalam proyek kasus bernilai Rp 12,8 triliun itu, termasuk Nicke.

"Apakah benar ada pertemuan dengan Eni dan Nicke di Singapura atau tidak? KPK harus menyelidik dan memastikan semua pihak yang terlibat kasus PLTU Riau-1," kata Sayed.

Selain Nicke, kata Sayed, KPK juga perlu memeriksa semua pejabat BUMN yang terlibat dalam proyek tersebut diantaranya Supangkat Iwan Santoso yang saat tu menjabat Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN pada proyek PLTU Riau-2.

“KPK perlu dan harus megembangkan kasus ini terhadap orang-orang atau pejabat yang mengetahui proyek PLTU Riau-1 untuk mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa KPK membuka diri kepada siapapun untuk dapat menyampaikan informasi yang diketahuinya terkait kasus PLTU Riau-1. Meski sejauh ini penyidik KPK baru menetapkan 3 tersangka dan memeriksa sejumlah saksi-saksi.

“Nantinya kalau ada informasi yang berkembang atau bukti baru tentu kami pelajari untuk melihat apakah ada pelaku lainnya di kasus ini," katanya.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
01-09-2018 11:18