Main Menu

Gerindra: Dana Pertemuan IMF Sebagian Besar Harus Dialihkan Ke Lombok

Wanto
01-09-2018 15:09

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. (ANTARA/Rosa Panggabean/RT)

 

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo angkat bicara terkait acara tahunan Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF) dan World Bank (Bank Dunia) pada Oktober 2018 mendatang.

 

Seperti diketahui, Indonesia, khususnya Nusa Dua, Bali akan menjadi tuan rumah acara tersebut. Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana sebesar Rp 855,5 miliar untuk pertemuan tersebut yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2017-2018.

Oleh karena itu Hashim meminta agar pemerintah Indonesia mengalihkan sebagian besar dana pertemuan IMF - World Bank yang bersumber dari APBN tersebut untuk membantu para keluarga dan korban bencana alam serta untuk rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca gempa.

"Gerindra menyerukan kepada pemerintah untuk mengalihkan setengah atau sebagian besar anggaran Pertemuan IMF di Bali yang sebesar Rp 855 M untuk membantu korban dan bencana di Lombok," tegas Hashim, Sabtu, (1/9).

Hashim menjelaskan, meski pemerintah telah menyiapkan dana untuk rekonstruksi dan rehabilitasi rumah warga korban bencana alam di Lombok, pencairan dana tersebut masih membutuhkan waktu. Untuk itu akan sangat bermanfaat dan efektif bila dana yang besar untuk pertemuan IMF - World Bank tersebut sebagian besarnya diberikan untuk para korban bencana alam dan membangun Lombok kembali.

"Tak ada salahnya dana yang besar untuk menyambut tamu IMF dan Word Bank tersebut sebagian besar untuk membangun Lombok kembali. Itu sangat bermanfaat dan membantu para korban bencana alam. Apalagi dana untuk menjamu para petinggi IMF dan World Bank itu menggunakan dana APBN yang sangat besar," imbuhnya.

Hashim menjelaskan, Partai Gerindra memahami betul kondisi para korban dan masyarakat yang berada di Lombok. Sebab, beberapa hari setelah gempa di Lombok, DPP Partai Gerindra telah menerjunkan ratusan kadernya yang tergabung dalam Satgas Dokter Keliling (dokling) Prabowo Menyapa dan Organisasi sayap Partai Gerindra di bidang kesehatan yakni KESIRA untuk membantu masyarakat dan para korban gempa di Lombok.

"Kami tau sangat sulit kondisi masyarakat disana, mereka sangat membutuhkan bantuan segera! Kami Partai Gerindra tau karena kami telah turun disana melalui KESIRA dan Satgas Dokling Prabowo Menyapa bersama-sama membantu dan tinggal bersama masyarakat disana," tutur Hashim.

Hashim yakin Bank Dunia tidak berkeberatan jika dana pertemuan IMF yang direncakan berlangsung selama dua hari di Bali dipangkas untuk membantu para korban bencana di Lombok.

"Saya yakin Bank Dunia akan mengapresiasi langkah ini, pengentasan kemiskinan kan masuk dalam kerangka kerja mereka," kata Hashim.


Reporter: Wanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Wanto
01-09-2018 15:09