Main Menu

Politisi PSI Sebut OK OCE Mart Hanya Gimik Marketing Politik

Hidayat Adhiningrat P.
03-09-2018 11:18

Gerai OK OCE Mart (GATRA/Rifki M Irsyad/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak kaget atas tutupnya sejumlah OK OCE Mart yang digagas oleh Sandiaga Uno saat menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, sejak awal OK OCE ini hanya dianggap sebagai gimik marketing politik saja.

 

“Sejak awal memang OK OCE hanya gimik marketing politik. Tidak ada keseriusan dan profesionalisme pengelolaannya atau yang punya ide dan gagasan,” ucap Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, Senin (3/9).

Rizal mengatakan, gimik-gimik marketing demikian memang hanya sesaat. Begitu agenda politik selesai, terbengkalai. Sebab tidak ada rencana bisnis dan implementasi yang fundamental dilakukan oleh pengelolanya.

Secara faktual, lanjut Rizal, OK OCE Mart memang tidak sehebat citra yang berkembang di masyarakat. Sebab dalam marketing politik ala OK OCE, yang terpenting bukan substansi atau faktanya.

“Yang terpenting markup brandnya. Sehingga yang ditutup itu memang hanya prototype gerai-gerai yang tidak feasible secara bisnis. Agenda selesai, gerai-gerai atau kios contoh-contoh ini tutup,” ucap dia.

Rizal mengatakan, membangun ritel modern dan minimarket saat ini tidaklah mudah. Persaingan di industri ini sudah sangat berat. Pangsa pasar industri ini sudah dikuasai para pemain lama (the incumbent), sehingga new comers seperti OK OCE akan susah bersaing.

“Logikanya kan bagaimana pabrik atau pemasok bisa kasih harga bagus ke jaringan minimarket yang cuma satu atau dua gerai. Sedangkan pemain lama, selain belanjanya besar. Mungkin dia juga sudah locked atau teken kontrak untuk sekian tahun ke depan,” ujar Rizal.

Apalagi, para pengurus OK OC rata-rata bukan dari kalangan profesional dan diisi oleh aktifis-aktifis politik. “Yang dikelola secara profesional saja tutup apalagi yang hanya gimik politik,” ucap dia.

OK OCE Mart pertama diresmikan pada April 2017. Namun dalam tempo 17 bulan beberapa gerai diberitakan ditutup.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
03-09-2018 11:18