Main Menu

Wapres Terima Kunjungan Presiden NEC Jepang

Anthony Djafar
03-09-2018 21:19

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima kunjungan President/CEO NEC Cooperation Japan Takasi Niino, di Kantor Wakil Presiden, Merdeka Utara, Jakarta, Senin (3/9). (Dok.setwapres/RT)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang luas dan terdiri dari beberapa kepulauan, sangatlah membutuhkan fasilitas teknologi dalam mendukung perkembangan daerah masing-masing.

 

“Tanpa kemajuan teknologi IT, sangat sulit satu sama lainnya akan maju. Sehingga dunia usaha juga akan mengalami kelambatan," kata Wapres saat menerima kunjungan President/CEO NEC Cooperation Japan Takasi Niino, di Kantor Wakil Presiden, Merdeka Utara, Jakarta, Senin (3/9).

Wapres mengatakan bahwa pemerintah Indonesia berharap bahwa kedepannya, kerjasama antara perusahaan-perusahaan Jepang dengan pengusaha-pengusaha Indonesia dapat terjalin lebih banyak lagi.

Menginggat pentingnya hubungan kedua negara, khususnya pada bidang kerjasama pengembangan dunia IT, Wapres menyambut baik kerjasama atau peningkatan hubungan bisnis dan investasi dengan NEC, karena Jepang dianggap punya reputasi yang baik dalam bidang teknologi.

Sebelumnya, Takasi menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan Indonesia pada penyelenggaraan Asian Games (AG) kemarin. Sebagai mitra dari AG, Takasi yang hadir sebagai undangan VIP, menyampaikan bahwa kesuksesan Indonesia adalah merupakan sebuah tampilan atas kemajuan Indonesia dalam mengelola penyelenggaraan event internasional.

“Selamat atas keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan AG, yang baru saja berakhir," ungkapmya.

Takasi menyampaikan bahwa NEC turut berpartisipasi dalam perhelatan AG lalu, salah satu sektor yang diambil dalam keikutsertaannya adalah dibidang sistem keamanan yang mencakup keselamatan penyelenggaraan seperti recognisi wajah dan pendeteksi prilaku.

“NEC juga turut berpartisipasi seperti menyambungkan informasi antara satu venue dengan venue lainnya,” katanya.

Menyambut baik hal tersebut, Wapres pun tak lupa memberikan apresiasi atas partisipasi NEC dalam kegiatan AG lalu yang disyukuri berlangsung secara aman dan nyaman.

Hubungan kerjasama antara NEC dengan Indonesia sebetulnya sudah terjalin sejak 56 tahun yang lalu, tepatnya pada saat AG yang ke empat di Indonesia. Kala itu, NEC membantu TVRI dalam neyiarkan untuk pertama kalinya kegiatan AG tersebut melalui transmiter milik NEC.

“Kami terus melakukan bisnis di Indonesia dan kedepannya kami juga ingin ikut berkontribusi di Indonesia khususnya dibidang IT maupun dibidang teknologi-teknologi lainnya," kata Takasi.

Terkait dengan hal tersebut Wapres menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi NEC dibidang security yang sebelumnya merupakan hasil rekomendasi dari pemerintah Jepang.

“Tahun lalu saya bertemu dengan Perdana Menteri Abe dan beliau merekomendasikan NEC untuk membantu penyelenggaraan AG dan saya menyambutnya dengan baik," kata Wapres..

Menurut Wapres, kehadiran teknologi dalam olahraga dewasa ini sangat memberikan pengaruh yang cukup besar.

"Apabila teknologi tidak hadir, dalam hal ini penyiaran, maka kegiatan tersebut tidak menjadi event yang baik,"jelasnya.

AG ini mendapat pemberitaan luas karena menggunakan sistim ini. Wapres berharap, negara-negara lain dapat memanfaatkan teknologi ini kedepannya.

Takasi melihat kedekatan hubungan Indonesia – Jepang sebagai modal dasar untuk NEC dapat berkontribusi dalam perkembangan di bidang IT dan dibidang-bidang lainnya seperti kesehatan dan pendidikan.

Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai beberapa kerjasama lainnya yang sedang berjalan dengan pihak BMKG. Jepang yang dikenal sebagai negara yang rawan dengan benacana alam, merasakan memiliki kemiripan atas beberapa kejadian di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.

Takasi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang membangun kerjasama dalam sebuah proyek ëarly warning system terhadap gempa dan tsunami. Beberapa hari lalu, Wapres baru saja meluncurkan inovasi 4.0 tentang peringatan gempa bumi oleh BMKG.

Turut mendampingi Wapres dalam pertemuan tersebut Ricardo Gelalel, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, dan Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi


Anthony Djafar

Anthony Djafar
03-09-2018 21:19