Main Menu

Panglima TNI: Koopssusgab Butuh Anggaran Rp1,5 Triliun

Anthony Djafar
05-09-2018 15:34

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto. (Dok.TNI/RT)

Jakarta, Gatra.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut bahwa TNI mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk pembangunan sarana dan prasarana Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI.

 

"Anggarannya Rp1,5 triliun untuk pembangunan sarana dan prasarana, pembelian material khusus, senjata, dan lainnya," kata Hadi di Komisi I DPR RI, Jakarta, Rabu (5/9).

Hadi mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp1,5 triliun itu masuk dalam pagu anggaran Kementerian Pertahanan/TNI tahun 2019, yang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur Koopssusgab dan melengkapi material khusus pasukan dalam melakukan operasi. Koopsusgab ini dibentuk untuk menangani kasus teror.

"Jaringan Komando Pasukan Khusus TNI ada, nanti didesain untuk perkantoran dan deteksi posisi terduga," katanya.

Hadi menyebut bahwa Kemhan/TNI juga akan mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp106 triliun di tahun 2018. Angka itu sama dengan tahun sebelumnya, sehingga pihaknya akan mengajukan tambahan anggaran.

“Kami minta tambahan anggaran dari Rp106 koma sekian triliun menjadi Rp107 koma sekian (triliun),” katanya.

Tambahan anggaran ini kata Hadi utamannya untuk pembangunan organisasi baru di wilayah timur, di Sulsel, Sorong dan Papua.

“Pertimbangannya organisasi baru, gedung aja belum punya, perumahan prajurit juga belum punya. Kemudian dermaga juga belum punya harus kita ajukan," katanya.

Adapun Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Yudha mengatakan, DPR mendukung gagasan Panglima TNI dan Kementerian Pertahanan agar anggaran yang diperoleh dapat mencapai Minimum Essential Force (MEF) secara utuh.

"Sementara saat ini anggaran yang didapat masih jauh dari MEF. MEF bisa dicapai kalau anggaran di atas Rp200 triliun. Pagu sekarang sekitar Rp106 triliun. Kalau pun naik Rp107 triliun,” katanya.

Nah, jika melihat kemajuan di masing-masing kepala staf itu, MEF masih sekitar 60 persen.

“Jadi ini pilihan bagi negara apakah bentuk postur anggaran ideal atau kurang, kalau anggaran ideal maka harus dinaikan agar MEF bisa dicapai," katanya.

Sejauh ini kata Setya, kebutuhan utama dari penambahan pagu inisiatif anggaran 2019 masih berpusat pada Alutsista. Anggaran yang ada lebih fokus pada pengadaan dan pemeliharaan.

"Yang dipelihara kan barang tua semua, kan enggak perlu anggaran besar kalau pelihara barang tua. Justru akan meningkat anggarannya ketika kita pakai alutsista baru," katanya.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
05-09-2018 15:34