Main Menu

KPPU: 3 Peserta Tender Jalan Kabanjahe-Kutabuluh Melakukan Praktek Monopoli

Aries Kelana
05-09-2018 16:01

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). (GATRA/Abdurachman/RT)

Medan, Gatra.com -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) membuat keputusan terbaru. Itu terkait pelaksanaan Paket Tender Pekerjaan Pelebaran Jalan Kabanjahe-Kutabuluh, Sumatera Utara.

Sidang Majelis Komisi KPPU memutuskan PT Gayotama Leopropita, PT Multhi Bangun Cipta Persada, dan PT Matahari Abdya terbukti melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomo5/1999 mengenai Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha.

Ketiga perusahaan ini berturut-turut bertindak sebagai terlapor III hingga V dalam perkara tersebut. Keputusan tersebut dibuat pada Rabu (5/9) di Kantor Perwakilan Daerah KPPU, Medan.

Dasar putusan itu, menurut rilis yang diterima Gatra.com, adalah nama personel inti di 3 perusahaan tersebut sama. Ambil contoh, Fuadi ST menjadi personel inti di Gayotama Leopropita dan Matahari Abdya. Sedangkan Iswadi merupakan personel inti di Multi Bangun Cipta Persada dan Matahri Abdya.

“Atas kesamaan tersebut, Majelis Komisi menilai telah terjadi kerja sama atau setidak-tidaknya tindakan penyesuaian dalam proses penyusunan dokumen penawaran Terlapor III, Terlapor IV, dan Terlapor V,” bunyi keputusan majelis komisi yang diketuai Kodrat Wibowo, seperti dalam rilisnya yang diterima Gatra.com, Rabu (5/9).

Menurut majelis hakim, kesamaan personil ini merupakan indikasi persekongkolan. “Tidak mungkin satu personil inti dipakai untuk tender yang sama oleh beberapa perusahaan, mengingat personil inti memiliki jadwal masing-masing,” imbuhnya.

Selain itu juga ditemukan tindakan upaya penyesuaian dokumen penawaran yang diajukan ketiga perusahaan tersebut. Itu terlihat dari adanya ketidaklengkapan dokumen yang diajukan terlapor V. Dari situ disimpulkan telah terjadi persaingan semu antara terlapor III, IV, dan terlapor V.

Kasus tadi bermula dari paket tender pekerjaan pelebaran Jalan Kabanjahe-Kutabuluh sekitar Rp146,2 miliar. Anggaran tersebut berasal dari APBN (Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara) multiyears tahun 2013-2014. Kemudian dilanjutkan lagi dengan paket tender di jalan yang sama dari anggaran APBN untuk tahun 2015 sekitar Rp29,97 miliar.


Aries Kelana

Aries Kelana
05-09-2018 16:01