Main Menu

Sekjen Kemhan: Anggaran Rp 107 Triliun Belum Masuk Koopsus

Anthony Djafar
05-09-2018 20:18

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Marsekal Madya Hadyan Sumintaatmadja. (Dok.Kemhan/RT)

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI Marsekal Madya Hadyan Sumintaatmadja mengatakan bahwa pagu anggaran 2019 Kemenhan/TNI sebesar Rp107 triliun lebih, belum termasuk untuk Komando Operasi Khusus (Koopsus).

 

Adapun pembentukan Koopsus saat ini masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme.

"Itu (Koopsus) menunggu perpres, masih dibicarakan dulu. Kita masih rancang dulu perpresnya dengan Mabes TNI, apa kira-kira pengadaan untuk Koopsus itu," kata Hadyan, usai rapat kerja di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/9).

Hadyan mengatakan bahwa jika perpres belum ada, maka tentu anggaran untuk Koopsus belum bisa dimasukkan dalam pagu anggaran Kemenhan/TNI.

Sedangkan pernyataan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada awak media sebelumnya, bahwa untuk Koopsus sudah dianggarkan sebesar Rp1,5 triliun, sebenarnya masih berupa rancangan.

"Ya, itu perencanaan Panglima, tapi sekali lagi Kemenkeu pasti akan menanyakan dasar pengeluaran itu soal apa? Penganggaran uang itu apa? organisasi itu dasarnya apa?" katanya.

Sementar itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Yudha menyebu bahwa Kemenhan/TNI sudah mengajukan tambahan anggaran untuk Koopsus sebesar Rp800 miliar, yang saat ini masih dalam proses pembahasan dalam Raker.

“Anggaran tersebut sudah masuk dalam pagu anggaran 2019 terkait sarana prasarana,” katanya kepada Antara.

Satya mengatakan bahwa komisi I tetap mendukung anggaran untuk Koopsus tersebut, mengingat implementasi dari UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Malah, Satya meminta agar pembentukan Koopsus dipercepat karena landasan hukum berupa Perpres boleh dibilang relatif lebih mudah dibandingkan misalnya menggunakan peraturan pemerintah.


Anthony Djafar

 

 

Anthony Djafar
05-09-2018 20:18