Main Menu

Panglima TNI Harap Kerajinan Tangan Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit

Ervan
06-09-2018 12:42

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka pamerqn kerajinan dan kebudayaan bertajuk Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache and Spouse Culture yang akan dilaksanakan tanggal 6 sampai 8 September 2018 di Balai Sudirman Jakarta Selatan, dengan tema “Menuju Wirausaha Mandiri Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga”.

 

Menurut Panglima, acara ini juga mendukung gerakan Revolusi Mental. "Tema ini mengandung unsur Revolusi Mental dan juga meningkatkan kesejahteraan prajurit, dan kemampuan istri prajurit untuk berkarya, sehingga kita angkat ini yang kita namakan Gebyar Karya Pertiwi," kata Panglima TNI, Kamis (6/9).

Mantan KSAU ini berharap para prajurit dan dharma wanita bisa ikut ambil bagian dalam melestarikan budaya bangsa. Menurut Hadi, istri prajurit TNI bisa memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki daerah yang menjadi tempat tugas sang suami.

"Kita ingat bahwa budaya Indonesia memiliki keanekaragaman dan aset yang harus kita jaga. Semua itu mengingatkan harkat martabat bangsa," lanjutnya.

Melalui acara seperti ini, Panglima berharap kebudayaan Indonesia bisa dilestarikan dan dihormati oleh bangsa lain. 

"Gebyar Military sebagai representasi budaya, serta kebudayaan dunia bagian dari upaya eksplorasi kekayaan yang kita miliki keterlibatan dari bangsa/negara sebagai sumber informasi. Kita berkewajiban memperkenalkan kepada tamu mancanegara," ungkapnya.

Peserta dari Gebyar Karya Pertiwi antara lain, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, IKKT Pragati Wira Anggini, Dharma Pertiwi Pengurus Daerah, Bhayangkari. Juga hadir partisipasn dari atase militer yang ada di Indonesia, di antaranya Australia, Brazil, Brunai Darussalam, Kanada, Prancis, India, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Pakistan, Polandia, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Thailand dan Inggris serta pelaku usaha UMKM seluruh Indonesia.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Birny Birdieni

 

 

 

Ervan
06-09-2018 12:42