Main Menu

Luhut: Sejumlah Proyek Listrik Ditunda Akibat Pelemahan Rupiah

Anthony Djafar
06-09-2018 12:50

Menko Maritim Luhut B Pandjaitan dalam Senior Official Meeting Archipelagic and Island States di Jakarta (6/9) (Dok. Humas Kemenko Maritim/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengatakan bahwa alasan sehingga sejumlah proyek listrik di Pulau Jawa ditunda, karena pertimbangan lemahnya rupiah terhadap dolar AS. Banyak komponen yang diimpor.

 

“Jadi, mungkin (ditunda) enam bulan atau satu tahun. Kita mau menenangkan dulu masalah 'currency' (mata uang) ini," katanya seusai Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) Forum Negara Kepulauan dan Pulau (AIS) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (6/9).

Menurut Luhut penjadwalan ulang sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan sebagai upaya mengendalikan impor komponen, sehingga menyebabkan defisit transaksi perdagangan, akibat nilai tukar rupiah terus melemah.

"Kita 'reschedule' (jadwal ulang) beberapa proyek listrik. Kebetulan listrik jangan sampai salah mengerti ya, di Jawa, (pasokan listrik) sudah cukup sekarang ini,” katanya.

Luhut mengatakan penundaan terhadap proyek-proyek kelistrikan itu yang belum mencapai penyelesaian pembiayaan (financial close).

"Jadi yang sudah 'financial close', akan terus (berjalan)," katanya.

Proyek kelistrikan yang belum "financial close" mencapai sekitar 15.200 MW. Proyek-proyek tersebut awalnya ditargetkan mulai 2019, namun akan ditunda pada 2021-2026.

Meski mengalami penundaan, pemerintah tetap memastikan target rasio elektrifikasi hingga 99 persen pada 2019 akan tercapai.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
06-09-2018 12:50