Main Menu

Kemenpora: Data Tagihan Aset ke Roy Suryo Bukan Ngarang

Wem Fernandez
06-09-2018 16:34

Mantan Menpora yang juga kader partai Demokrat, Roy Suryo (Dok. GATRA/Dharma Wijayanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyebutkan, permintaan pengembalian aset negara kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo tidak mengada-ngada. Data tagihan aset negara sejumlah 3.226 unit berangkat dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK). 

 
“Jadi kami tidak ngarang. Toh kami tidak mungkin men-downgrade atau meng-underestimate BPK. Kan enggak mungkin? BPK harus kita hormati!’ tegas Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (6/9). 

 
Gatot menambahkan, benar bahwa politisi Partai Demokrat tersebut pernah mengembalikan aset negara pada 2016 lalu. Setelah dinilai BPK, aset tersebut berjumlah Rp.500 juta. 

 
Sedangkan angka 3.226 unit yang viral di media sosial adalah total aset yang diminta ke Roy Suryo dikurangi dengan jumlah yang sudah dikembalikan (Rp.500 juta). Gatot sendiri tidak menjelaskan berapa rupiah total aset negara yang diminta. 

 
Ditanya lebih lanjut soal barang yang sudah dibawa Roy, Gatot enggan menjelaskan sebab dapat memperkeruh masalah. Saat ini, Gatot mengaku ada permintaan dari Menpora, Imam Narawi untuk segera bertemu dengan Roy Suryo. 

 
“Jadi duduk bareng. Menyelesaikannya secara baik-baik,” tegas dia. 

 
Terpisah, kuasa hukum Roy Suryo, Tigor Simatupang menyatakan, pihaknya hendak melayangkan somasi kepada Kemenpora atas tuduhan ini. Dia berharap pihak Menpora bisa menjelaskan secara rinci aset negara yang disebut-sebut belum dikembalikan. 

 
“Lagi disusun (Somasi) kok, nanti setelah selesai kami akan kirimkan. Jadi Kemenpora harus jelaskan, belinya (aset) dimana, siapa yang beli, diantar kemana. Itukan yang beli bukan Pak Roy tetapi Kemenpora sendiri,” kata Tigor kepada Gatra.com, Kamis petang. 


 
Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
06-09-2018 16:34