Main Menu

KPK: Penyidikan Kasus Korupsi PT GDI Masuk Finalisasi

Iwan Sutiawan
07-09-2018 02:35

Juru bicara KPK Febri Diansyah. (GATRA/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta, Gatra.com - Penyidikan perkara dugaan korupsi tersangka korporasi PT Duta Graha Indah (PT DGI) yang kini bersulih nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (PT NKE) telah masuk babak akhir.

 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Kamis petang (6/9), menyampaikan, bahwa penyidikan tersangka PT DGI sudah masuk tahap finalisasi karena tinggal melengkapi beberapa kekurangan sesuai petunjuk yang diberikan jaksa penuntut umum kepada penyidik untuk dilengkapi. "Jadi ini semacam proses finalisasi untuk penyidikan terhadap PT DGI tersebut," katanya.

Salah satu petunjuk tersebut yakni soal aliran dana dari PT DGI yang sekarang bernama PT NKE kepada sejumlah pihak agar korporasi tersebut bisa memenangkan dan mengerjakan proyek pemerintah.

Untuk melengkapi itu, salah satunya penyidik memeriksa Manager Marketing PT Nusa Kontruksi Enjiniring (PT NKE), Laurensius Teguh Khasanto Tan. "Semoga nanti setelah semua petunjuk ini diselesaikan dan dipenuhi, maka bisa masuk ke tahap berikutnya," ujar Febri.

KPK menetapkan PT DGI yang kini bernama PT NKE sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana (Unud) Bali tahun anggaran 2009-2011.

Penetapan PT DGI sebagai tersangka merupakan pengembangan dari penyidikan perkara dengan tersangka sebelumnya, yakni Dudung Purwadi selaku Direktur Utama (Dirut) PT DGI dan Made Mergawa selaku pejabat pembuat komitmen (PPK).

PT DGI yang kini bernama PT NKE melalaui tersangka Dudung Purwadi diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan meyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam pembangunan RS Unud sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 25 milyar dari proyek senilai Rp 138 milyar.

KPK menyangka PT DGI yang kini bernama PT NKE melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KPK mengembangkan kasus yang membelit tersangka korporasi ini terkait 6 proyek di antaranya pembangunan Gedung Rumah Sakit (RS) Pendidikan di Universitas Mataram dan pembangunan gedung BP2IP di Surabaya.

Kemudian, pembangunan gedung RSUD di Kabupaten Dharmasraya atau Sungai Dareh, pembangunan gedung Cardiac di RS Adam Malik Medan, pembangunan paviliun di RS Adam Malik Medan, dan pembangunan gedung RS inspeksi tropis di Surabaya.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
07-09-2018 02:35