Main Menu

Negara Dinilai Gagal Ungkap Otak Pembunuhan Munir

Abdul Rozak
07-09-2018 15:27

Istri almarhum Munir, Suciwati (tengah) mengikuti aksi Kamisan ke-552 di Jakarta, Kamis (6/9). Aksi tersebut untuk memeringati 14 tahun meninggalnya aktivis HAM Munir Said Thalib, serta menuntut pemerintah untuk mengungkap aktor-aktor intelektual dibalik pembunuhannya. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/RT)

Jakarta, Gatra.com - Setelah 14 tahun berlalu, dalang pembunuhan pejuang hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib belum terungkap. Pria asal Malang itu dibunuh dengan cara diracun dalam penerbangan GA-974 dari Singapura menuju Amsterdam, Belanda, tanggal 7 September 2004.

 

Memperingati 14 tahun kematian Munir, sejumlah organisasi HAM berkumpul untuk menyatakan kekecewaan dan keprihatinan belum terungkapnya dalang pembunuhan Munir.

Negara dinilai gagal mengungkap konspirasi tersebut. "Pada tahun ke-14 terbunuhnya munir, kembali kami tegaskan bahwa negara belum mampu membongkar konspirasi kejahatan ini. Ini sebuah kegagalan besar," kata Koordinator Kontras Yanti Andayani di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (7/9).

Yanti menyesalkan kasus kematian Munir berhenti di aktor lapangan yaitu Pollycarpus Priyanto. Mantan pilot maskapai Garuda itu divonis 14 tahun penjara dan bebas murni 29 Agustus 2018.

Dalam acara ini juga hadir istri Munir, Suciwati, bersama sejumlah organisasi HAM antara lain Amnesty Internasional Indonesia, LBH Jakarta dan Imparsial.

"Pelaku utama pembunuh Munir ini yang sampai sekarang belum terungkap otaknya. Sangat disayangkan kalau hanya berhenti di aktor lapangan, Pollycarpus," pungkas Yanti.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Mukhlison

Abdul Rozak
07-09-2018 15:27