Main Menu

Istri Munir Berharap Perintah Kapolri Bukan Cuma Omdo

Abdul Rozak
07-09-2018 16:11

Pernyataan sikap 14 tahun kematian Munir di kantor kontras. (GATRA/Abdul Rozak/RT)

Jakarta, Gatra.com - Istri mendiang pegiat hak azasi manusia (HAM) Munir Said Thalib, Suciwati, berencana mendatangi Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dalam waktu dekat ini. Suciwati memuntut kejelasan kasus pembunuhan Munir, 14 tahun silam.

 

Kedatangan Suciwati ini didorong pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang memerintahkan Kabareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto untuk melakukan penelitian kasus Munir.

"Kita mau temui Kabareskrim, minta penjelasan soal pernyataan kapolri. Ini serius atau enggak, apa jangan-jangan hanya omdo (ngomong doang)," ungkap Suciwati di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).

Ibu dua anak ini berharap Kabareskrim segera menindaklanjuti perintah Kapolri secara serius dan profesional. Pernyataan dan perintah Kapolri bukan sekedar janji untuk meredam kekecewaan publik.

Munir tewas dengan cara diracun saat dalam penerbangan GA-974 dari Singapora menuju Amsterdam, Belanda, 7 September 2004. Saat itu Munir hendak melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Universitas Utrecht.

Kematian Munir diduga melibatkan Badan Intelejen Negara (BIN). Namun dalam kasus ini hanya satu orang yang divonis bersalah yaitu eks pilot maskapai Garuda Indonesia Pollycarpus Priyanto dengan hukuman 14 tahun penjara.

"Kami harap ini pernyataan dan perintah Kapolri yang sungguh-sungguh, bukan janji kosong atau hanya untuk meredam rasa kecewa publik," kata Suciwati.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Abdul Rozak
07-09-2018 16:11