Main Menu

Pollycarpus Bebas, Suciwati: Sangat Mengecewakan

Abdul Rozak
07-09-2018 17:56

Pollycarpus Budihari Priyanto. (Dok. Lapas Sukamiskin/re1)

Jakarta, Gatra.com - Terpidana kasus pembunuhan pegiat hak azasi manusia (HAM) Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, menghirup udara bebas pada Rabu, Agustus 2018. Mantan pilot maskapai Garuda Indonesia itu divonis 14 tahun penjara, namun bisa bebas lebih cepat beberapa tahún.

 

Istri mendiang Munir, Suciwati, menilai saat Pollycarpus bebas menjadi hari paling buruk dalam dunia HAM di Indonesia. Pollycarpus hanya menjalani setengah dari vonis yang dijatuhkan hakim.

“Tanggal 29 (Agustus) kemarin hari yang mengecewakan, terburuk. Bagaimana seorang pembunuh bebas, lepas dengan dalih berkelakuan baik. Bahkan itu keluar dari seorang wakil presiden,” kata Suciwati di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Jumat (7/9).

Ibu dua orang putra ini mempertanyakan alasan pembebasan Pollycarpus. Menurutnya, Pollycarpus belum layak dibebaskan karena tidak memberikan keterangan atau kesaksian baru soal siapa yang menuruh membunuh Munir.

“Berkelakuan baik itu seperti apa? apa karena dia suka nyapu di jalan. Seharusnya yang subtantif yang menjadi penilaian kebebasan Pollycarpus,” tutur Suciwati.

Diketahui, Munir tewas dengan cara diracun dalam penerbangan dari Singapura menuju Amsterdam, Belanda, pada tanggal 7 September 2004. 14 tahun berlalu, kasus ini masih menyisakan sejumlah misteri terutama aktor pembunuh Munir.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Aries Kelana

Abdul Rozak
07-09-2018 17:56