Main Menu

Kejagung Segera Teliti Laporan Pelanggaran HAM Berat di Aceh

Iwan Sutiawan
07-09-2018 19:34

Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo (Dok.GATRA/Dharma Wijayanto/re1)

Jakarta, Gatra.com - Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo mengatakan, pihak segera meneliti laporan hasil penyelidikan proyustisia atas kasus dugaan pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) terkait peristiwa Rumoh Geudong dan Pos Sattis lainnya di Aceh yang baru diterima dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

 

"Itu baru kita terima, tentunya harus diteliti dulu. Yang diserahkan kepada kita, kita harapkan hasil penyelidikan yang betul-betul memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan," kata Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (7/9).

Menurutnya, tugas jaksa adalah meneliti hasil penyelidikan dari Komnas HAM untuk perkara pelanggaran HAM berat. "Tentunya akan diteliti, nanti sudah memenuhi persyaratan untuk ditingkatkan ke penyidikan atau belum," katanya.

Menurutnya, jaksa peneliti nantinya akan menentukan apakah perkara ini sudah memenuhi syarat untuk dinaikkan ke penyidikan atau belum. Jika belum, tentunya tidak akan dinaikkan ke penyidikan karena menyangkut pembuktian. "Nanti hasilnya juga enggak maksimal," ujarnya.

Disinggung kapan target Kejagung akan memutuskan hasil penyelidikan atas dugaan pelanggaran HAM berat di Aceh tersebut akan diputuskan, Prasetyo hanya mengatakan secepatnya.

"Ya kita akan secepatnyalah. Kita lihat dulu seperti apa," ujarnya. "Kita teliti hasil penyelidikan dari Komnas HAM, setelah itu akan ditentukan sudah memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan atau belum," katanya.

Rumoh Geudong dan pos sattis lainnya ini merupakan peristiwa pelanggaran HAM berat saat Aceh ditetapkan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) pada 1989-1998. Saat itu ABRI melakukan Operasi Jaring Merah (Jamer) dengan membuka pos-pos sattis di beberapa wilayah di Aceh.

Adapun pos sattis yang utama adalah Rumoh Geudong di Bilie Aron Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie yang disinyalir terdapat banyak korban. Hal serupa juga diduga terjadi di sejumlah pos sattis lainnya.

Tim penyelidik dari Komnas HAM menyimpulkan bahwa Peristiwa Rumoh Geudong dan pos-pos sattis lainnya telah memiliki bukti permulaan yang cukup atas dugaan terjadinya Kejahatan Terhadap Kemanusiaan.

Adapun kejahatan HAM berat tersebut di antaranya perkosaan atau berbagai kekerasan seksual lainnya, penyiksaan, pembunuhan, perampasan kemerdekaan atau kebebasan fisik, hingga penghilangan orang secara paksa.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
07-09-2018 19:34