Main Menu

KPK Belum Pastikan Uang Rp700 Juta dari Kader Golkar untuk Berapa Kegiatan

Iwan Sutiawan
08-09-2018 00:32

Febri Diansyah, juru bicara KPK (GATRA/Adi Wijaya/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memastikan uang yang dikembalikan ke KPK melalui salah satu kader Partai Golkar itu untuk membiayai berapa kegiatan partai berlambang pohon beringin.

 

"Kami duga terkait dengan kegiatan partai politik. Saya belum disampaikan kegiatan persisnya yang mana," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Jumat petang (7/9).

Karena itu, lanjut Febri, hal ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui bukti-bukti yang telah didapat penyidik atau keterangan para saksi termasuk keterangan dari tersangka untuk mengungkapnya.

"Tentu saja informasi yang kami verifikasi tersebut, itu perlu diverifikasi keterkaitannya dengan bukti-bukti atau keterangan-keterangan yang lain," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah menerima pengembalian uang sekitar Rp700 juta melalui salah satu kader atau pengurus Partai Golkar. Uang tersebut dikembalikan setelah tersangka Eni Maulani Saragih menyebut bahwa uang suap PLTU Riau 1 di antaranya digunakan untuk munaslub Partai Golkar.

Sementara Partai Golkar awalnya sempat membantah bahwa munaslub tahun 2017 menggunakan dana suap PLTU Riau 1. Bantahan di antaranya disampaikan Ketua DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily.

Ace mengatakan, bahwa biaya penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar 2017 berasal dari iuran anggota Fraksi Partai Golkar, bukan berasal dari sumber yang tidak jelas, termasuk dari suap proyek PLTU Riau 1 yang diterima Eni.

"Semua dibiayai dari iuran anggota Fraksi Golkar yang berikan sumbangan penyelenggaraan Munaslub. Tidak seperti yang dikatakan tersangka kasus korupsi proyek PLTU Riau 1, Eni Maulani Saragih," ujar Ace.

Menurutnya, Partai Golkar juga memiliki uang kas untuk menyelenggarakan Munaslub. Ia menjelaskan, bahwa penyelenggaraan Munaslub itu dibagi dua, yakni ada Steering Committee (SC) dan Organizing Committe (OC).

"Kalau dalam pemberitaan dibilang uang suap itu dipergunakan SC untuk penginapan dan konsumsi, itu salah besar. Itu kan adanya di OC bukan di SC," ujar Ace.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
08-09-2018 00:32