Main Menu

Kadis Perkebunan Jatim Segera Jalani Sidang Perkara Suap

Iwan Sutiawan
08-09-2018 01:18

Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Jawa Timur (Jatim) nonaktif M Samsul Arifien (ANTARA FOTO/ Reno Esnir/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Provinsi Jawa Timur (Jatim) nonaktif M Samsul Arifien (SAR) segera menjalani sidang perkara dugaan suap kepada anggota DPRD Jatim terkait pengawasan parlemen terhadap perda dan anggaran tahun 2016-2017.

 

"Rencana sidang di Surabaya. Sidang rencananya akan dilangsungkan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Jumat (7/9).

Tersangka M Samsul Arifien segera menjalani sidang perkara suap yang membelitnya karena pada Jumat (7/9/2018), penyidik KPK melimpahkan perkara yang bersangkutan ke tahap dua atau penuntutan.

"Dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka SAR dalam perkara suap terkait fungsi pengawasan oleh DPR Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan penggunaan anggaran di Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2016-2017, ke penuntutan atau tahap 2," katanya.

Untuk merampungkan berkas penyidikan tersangka M Samsul Arifien, penyidik telah memeriksa sekitar 38 orang saksi dari berbagai unsur di antaranya anggota DPRD Jatim periode 2014-2019, Kepala Bulog Jatim, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim, dan mantan Kabiro Perekonomian.

Kabag Koperasi, UKM, dan Penanaman Modal Biro Perekonomian Provinsi Jatim. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim, pejabat lainnya, dan PNS di lingkungan Pemprov Jatim.

"Sebagai tersangka, SAR [M Samsul Arifien] juga telah diperiksa sekurangnya dua kali pada 6 dan 27 Juli 2018," katanya.

KPK menyangka M Samsul Arifien melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK awalnya menetapkan 7 tersangka yakni Mochmada Basuki selaku Ketua Komisi B DPRD Jatim, Rahman Agung dan Muhamad Santoso selaku Staf DPRD Jatim, Moh. Kabil Mubarok selaku Anggota DPRD Jatim.

Kemudian, Bambang Heriyanto selaku Kadis Pertanian Pemprov Jatim, Anang Basuki Rahmat selaku PNS Dinas Pertanian Provinsi Jatim, dan Rohayati selaku Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim. "Ketujuh tersangka tersebut telah divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya," katanya.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
08-09-2018 01:18