Main Menu

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung dan 2 Anggota DPR Sumut

Iwan Sutiawan
08-09-2018 02:06

Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo (ANTARA FOTO/Reno Esnir/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, dalam kasus dugaan suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung dan Kota Blitar.

"Dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari, dimulai tanggal 9 September 2018 sampai dengan 8 Oktober 2018 terhadap tersangka SH [Syahri Mulyo], Bupati Tulungagung," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Jumat (7/9).

Penyidik KPK juga memperpanjang masa penahanan terhadap dua anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019 selaku tersangka kasus penerimaan suap dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut kala itu.

Kedua anggota DPRD Sumut tersebut yakni Tiaisah Ritonga (TIR) yang sebelumnya ditahan di Rutan KPK Kavling K-4 pada Rabu (11/7/2018). Perpanjangan penahanan dilakukan pada 7 September 2018.

"Perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai tanggal 9 September 2018 sampai dengan 8 Oktober 2018 terhadap tersangka TIR [Tiaisah Ritonga]," katanya.

Sedangkan satu tersangka Anggota DPRD Sumut lainnya yang diperpanjang masa penahanannya adalah John Hugo Silalahi (JHS). Dia ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur mulai Selasa (21/8/2018).

"Perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 10 September 2018 sampai dengan 19 Oktober 2018 terhadap tersangka JHS [ John Hugo Silalahi]," katanya.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
08-09-2018 02:06