Main Menu

Gempa Lagi M 5,01, Patahkan Pernyataan Pengamat Lombok Aman dari Gempa

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 08:43

Warga korban gemba tengah mengambil air (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/yus4)

Mataram, Gatra.com - Pernyatan pengamat gempa, Lombok sudah aman karena tak akan terjadi lagi gempa dan masyarakat bisa kembali tidur ke rumahnya masing-masing hanya membuat ketenangan warga sesaat. Buktinya semalam Sabtu dini hari (8/9) sekitar pukul 01.14.36 WITA, gempa tektonik kembali mengguncang Lombok dengan kekuatan M 5,0. Pusat gempa berada di wilayah laut sebelah utara Kabupaten Lombok Timur.

 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi terletak pada koordinat 8,26 LS dan 116,66 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 45 km arah utara Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra pada Sabtu (8/9) pagi ini, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyadi menyatakan, berdasarkan lokasi hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hal ini didukung oleh hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa bumi ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di daerah Lombok Utara dan Lombok Timur II SIG-BMKG (III MMI), Lombok Barat dan Mataram I SIG-BMKG (II MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

"Kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Agus.

Lebih jauh Agus menjelaskan, sejak 19 Agustus 2018 update sampai 9 September 2018 pukul 07.00 WITA pagi ini sudah tercatat sebanyak 529 gempa susulan, 29 diantaranya dirasakan.

Pantauan Gatra menunjukkan, gempa yang terjadi Sabtu dini hari itu melaporkan tidak sedikit warga yang berhamburan keluar saat tertidur di dalam rumah maupun yang masih tidur di tenda pengungsian.

“Terasa bergetar lama sampai Saya yang tidur di atas brugaq pun bergoyang lama,” kata Rizal warga Bayan Lombok Utara via pesan singkatnya.


Reporter: Hernawardi
Editor: Birny Birdieni

 

 

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 08:43