Main Menu

Adu Kuat Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin vs Prabowo-Sandi

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 10:05

Pengumuman formasi tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Penentuan postur tim pemenangan pasangan kandidat calon presiden dan wakil presiden menjadi salah satu faktor determinan kemenangan.

 

“Posisi ketua tim pemenangan dalam struktur tim pemenangan secara keseluruhan memainkan peranan yang sangat strategis, layaknya kapten dalam permainan sepakbola atau bisa juga dikatakan sebagai jenderal “lapangan” yang mengatur strategi dan ritme pertandingan dan tidak hanya sekedar hal yang teknis,” ungkap Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Sabtu (8/9).

Posisi ketua tim pemenangan menjadi maha penting setidaknya dikarenakan beberapa hal. Pertama, ketua tim pemenangan adalah jabatan penting dalam mendongkrak elektabilitas capres dan cawapres serta untuk manajemen tim pemenangan pasangan kandidat secara keseluruhan.

“Apabila salah dalam memilih ketua tim pemenangan maka bisa bunuh diri politik bagi calon tersebut. Oleh karena itu, tak boleh salah mengambil ketua tim pemenangan,” tambah Pangi.

Kedua, ketua tim pemenangan punya tugas strategis membaca mapping elektoral secara mendalam dan memiliki banyak strategi jitu. Ketua tim pemenangan harus paham dan tahu betul bagaimana membaca fenomena tren perilaku pemilih rasional, sosiologis dan pemilih psikologis, serta piawai dan mahir memainkan sintimen publik (underdog effect).

Kemudian paham manajemen isu yang positif terhadap kandidat, piawai dan mahir meng-counter negative campaign, mengerti betul soal program apa yang sedang dibutuhkan pemilih, memahami personal branding dan paham akan kelemahan capresnya dan capres lawan politiknya (down grade), serta mampu menjawab dan memainkan strategi serangan darat dan udara.

Ketiga, menjadi corong utama untuk menjangkau ke berbagai ceruk segmen pemilih dan grassroot komunitas.

“Ketua tim pemenangan tidak cukup hanya soal generasi muda,” tegas Pangi. “Kuncinya adalah yang punya pengalaman panjang dalam pemenangan, punya kapasitas, narasi, literasi, konten, kredibel, disiplin, serta memiliki loyalitas tingkat tinggi yang tak perlu diragukan. Jangan sampai ada yang main dua kaki atau penyusup yang disusupi tim lawan,” sebutnya lagi.

Ketua tim pemenangan yang muda memang dibutuhkan untuk menjawab aspirasi dan kehendak generasi melenial. Tak cukup muda namun yang matang dalam politik menjadi sangat penting.

Oleh karena itu, terpilihnya ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf yaitu Erick Thohir maupun Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi, diyakini Pangi karena mereka punya kemampuan leadership yang baik, kemampuan manajerial yang baik, dan menjadi sosok yang representatif.



Reporter : Dara Purnama
Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 10:05