Main Menu

Misi Konservasi Lahan Pererat Hubungan Indonesia-Jepang 60 Tahun

Birny Birdieni
08-09-2018 11:24

seremoni penanaman 10.000 pohon di Kecamatan Tapung, Riau. (Dok. Sinar Mas)

Jakarta, Gatra.com- Untuk mempererat kemitraan Indonesia dan Jepang dan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas dan 64 peserta lainnya melakukan penanaman pohon balau merah di lahan konservasi seluas 20 hektar.

Adapun beberapa peserta lainnya itu diantaranya adalah Kedutaan Besar Indonesia untuk Jepang, International Tropical Timer Organization (ITTO), serta Japan Agency for Environmental Business, dan pemerintah Indonesia di Kecamatan Tapung, Riau.

Lalu Garuda Indonesia dan Garuda Orient Holidays Serta Belantara Foundation dan Sinar Mas Forestry.

Inisiatif penanaman pohon setiap tahun ini merupakan tindak-lanjut rekomendasi Profesor Akira Miyawaki dari Yokohama National University, Jepang tahun 2014 lalu. Penanaman spesies tumbuhan endemik dilakukan untuk mempercepat pemulihan hutan yang rusak.

Dalam kurun waktu empat tahun, APP Sinar Mas bersama berbagai mitra dan pemangku kepentingan telah menanam lebih dari 32.000 pohon di lahan konservasi seluas 67 hektar tersebut.

Tahun ini, APP Sinar Mas juga memperingati lima tahun berjalannya Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) yang menjabarkan komitmen perusahaan untuk mendukung perlindungan dan restorasi liqngkungan di Indonesia.

“Sejak meluncurkan FCP, APP Sinar Mas senantiasa berupaya mendukung konservasi dan restorasi hutan di Indonesia melalui kemitraan dengan berbagai pihak, seperti kegiatan penanaman pohon hari ini,” ungkap Direktur Sustainability & Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba dalam rilisnya kepada Gatra.com, Jumat (7/9).

Atase Kehutanan dari Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo, Dr. Riva Rovani mengatakan, kerja sama ini berkontribusi akan pelestarian sumber daya alam vital planet kita. "Sejalan dengan tujuan SDGs ke-13 untuk menanggulangi perubahan iklim dan tujuan ke-15 untuk mendorong pemanfaatan lanskap daratan secara berkelanjutan," katanya.

Bupati Siak Drs. H. Syamsuar menegaskan bahwa konservasi dan restorasi hutan hujan tropis Indonesia harus tetap menjadi prioritas utama.

Menurutnya, Indonesia telah membuat kemajuan pesat dalam mengatasi tren deforestasi, khususnya di area gambut. "Tapi pekerjaan rumah kita belum selesai,” ia menegaskan

Chairman Japan Agency for Environmental Business Mitsunori Kamiya menyebut bahwa, Indonesia dan Jepang telah lama menjalin hubungan spesial. "Kami bangga dapat bekerja berdampingan untuk mewujudkan tujuan bersama. Kami berharap kedua negara akan terus tumbuh lebih dekat dan lebih kuat,” ungkapnya.


Birny Birdieni

Birny Birdieni
08-09-2018 11:24