Main Menu

Tangis Ibu Nyai Pendukung Khofifah di depan Jokowi

Mukhlison Sri Widodo
09-09-2018 15:19

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto.(GATRA/Abdul Hady JM/re1)

Surabaya, Gatra.com - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/9) lalu, menyimpan banyak cerita.

 

Sejumlah kiai dan ibu nyai hadir. Mayoritas pendukung pasangan Khofifah-Emil Dardak pada Pilgub Jatim 2018 lalu. Maklum, KH Asep Saifuddin Chalim, sang pengasuh, adalah "panglima" para kiai pendukung Khofifah-Emil.

Semua ketua dan sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU se-Jawa Timur juga hadir. Termasuk ketua dan sekertaris Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Timur. 

Kepada Jokowi, di antara mereka banyak yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait berbagai persoalan di Tanah Air, terutama yang berkembang dalam dua pekan terakhir. 

Mulai soal nilai tukar rupiah, isu BBM, dan kepemilikan tanah oleh asing, hingga ketenagakerjaan asing.

Jokowi pun menjawab secara detail dan terang atas semua pertanyaan yang cukup tajam itu dan sesuai dengan yang mereka harapkan.

“Banyak kiai dan bu nyai sampai meneteskan air mata setelah Pak Jokowi memberikan jawaban," kata Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa, usai Tasyakuran Relawan Khofifah-Emil di gedung JX International, Jalan A Yani, Surabaya, Sabtu (8/9) kemarin.

Dari jawaban dan penjelasan Jokowi, kata Khofifah, para kiai dan ibu nyai serta kader Muslimat NU yang hadir jadi paham tentang kondisi Indonesia saat ini, termasuk apa yang akan dilakukan pemerintah di masa akan datang.

"Jawaban Pak Jokowi sangat clear, dan bisa memberikan jawaban seperti yang mereka harapkan,” lanjut Ketua Umum PP Muslimat NU, ini.

Jawaban-jawaban Jokowi itu, lanjut dia, akan dijadikan dasar oleh para kiai dan ibu nyai serta kader Muslimat NU saat mendapat petanyaan dari tamu dan para santrinya terkait semua persoalan yang terjadi menjelang Pemilihan Presiden 2019. 

“Pertanyaan-pertanyaan itu sering mereka terima dari tamu-tamu mereka, santri mereka,” pungkas mantan Menteri Sosial ini.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
09-09-2018 15:19