Main Menu

Kepala Daerah Diimbau Lapor KPK Jika Dimintai ”Uang Ketok Palu”

Iwan Sutiawan
10-09-2018 17:08

Juru bicara KPK Febri Diansyah. (GATRA/Adi Wijaya/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pemerintah daerah (Pemda) atau kepala daerah agar melapor jika ada pihak tertentu termasuk legislatif (DPRD) yang meminta "uang ketok palu" untuk mengesahkan anggaran.

 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (10/9), mengatakan, bahwa kepala daerah harus tegas menolak jika dimintai sesuatu dengan dalih agar anggota dewan mau mengesahkan rancangan APBD.

"Sikap yang tegas lebih dibutuhkan bagi kepala daerah untuk tidak memberikan janji atau uang apapun pada DPRD," kata Febri.

Sebaliknya, KPK juga mengimbau anggota DPRD untuk melaporkan kepada KPK jika menerima gratifikasi dari pihak tertentu supaya mengesahkan anggaran. "Jika ada anggota DPRD yang menerima gratifikasi agar segera melaporkan pada KPK sebelum 30 hari kerja," ujarnya.

KPK mengimbau demikian agar tidak ada lagi praktik uang ketok palu yang selama ini menjadi modus korupsi berjamaah antara pemda dan DPRD, di antaranya seperti yang terjadi di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

KPK dalam kasus dugaan suap pengesahan APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2015, itu telah menetapkan 41 orang anggota DPRD Malang sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Wali Kota Malang, M Anton dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono.

Selain Kota Malang, KPK juga menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019 karena diduga menerima suap dari Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut kala itu terkait tugas dan fungsi mereka sebagai legislator.

"Kami berharap kasus Malang dan Sumut jadi pesan kuat pada sejumlah anggota DPRD di seluruh Indonesia saat ini untuk tidak meminta atau menerima uang terkait proses pembahasan anggaran yang waktu-waktu gentingnya di sekitar beberapa bulan ini," ujar Febri.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-09-2018 17:08