Main Menu

Sebut Tempe Setipis ATM, PSI: Sandiaga Ciptakan Politik Ketakutan

Wem Fernandez
10-09-2018 17:28

Raja Juli Antoni.(Dok. Twitter @antoniraja/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menjawab sindiran yang dilontarkan oleh bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Sandi —sapaan akrab Sandiaga— menyebut harga komoditas semakin tinggi, sehingga para pedagang harus memutar otak guna menjaga keterjangkauan harga.

 

Misalnya harga tempe. Sebagai komoditas turunan dari kedelai, para pedagang terpaksa mengecilkan ukurannya setipis ATM karena harga bahan baku yang semakin melambung. Bagi Raja Juli, pernyataan seperti ini adalah upaya untuk menakut-nakuti masyarakat.

“Ini politic of fear yang mengorganisasi politik ketakutan pada masyarakat. Pada akhirnya orang akan melihat pemimpin itu dari perkataanya, apakah dia berkata jujur atau hanya sebagai provokasi. Kita lihat saja, mana ada tempe setipis ATM. Banyak ibu-ibu yang membuktikan beli tempe ukuran tempe dari dulu ya segitu-segitu aja. Jadi ini bagaian dari narasi ketakutan yang diciptakan,” tegasnya Kantor TKN Jokowi-Ma’ruf, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (10/9).

Selain kritik soal tempe, Sandi sebelumnya menyebut uang Rp100 ribu tidak berarti lagi karena hanya mampu membeli bawang dan cabai. Faktanya, sambung Raja Juli, uang dengan besaran tersebut justru mampu membeli barang pangan lainnya seperti ayam, sayuran, plus tempe.

“Dan kita tau lah, Mas sandi di Jakarta waktu kampanye melawan Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) melakukan cara-cara yang sama untuk meningkatkan popularity-nya ya,” ujar Raja Juli.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Wem Fernandez
10-09-2018 17:28