Main Menu

KPK Kumpulkan Bukti 53 Anggota DPRD Jambi Terima Suap dari Zumi Zola

Iwan Sutiawan
10-09-2018 18:03

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati. (GATRA/Iwan Sutiawan/re1)

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan 53 anggota DPRD Jambi menerima uang ketok palu alias suap dari Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli.

 

"Ya, untuk anggota DPRD Jambi penyidik masih akan melihat fakta-fakta persidangan," kata Yuyuk Andriati, Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Publikasi KPK di Jakarta, Senin (10/9).

Saat dikonfirmasi apakah KPK sudah mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan 53 anggota DPRD Jambi tersebut, Yuyuk hanya mengatakan, KPK belum menaikan status mereka.

"Sampai hari ini belum ada peningkatan status. Jadi masih menunggu bukti-bukti serta fakta-fakta persidangan yang ada," kata Yuyuk.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Zumi Zola Zulkifli selaku Gubernur Jambi periode 2016-2021 menyuap 53 Anggota DPRD Jambi bersama-sama Afif Firmansyah, Erwan Malik selaku Plt Sekretaris Daerah Pemprov Jambi, Arfan selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemprov Jambi, dan Saipudin selaku Asisten 3 Sekda Pemprov Jambi.

Terdakwa Zumi dkk diduga menyuap ke-53 anggota DPRD Jambi periode 2014-2019 yakni sejumlah Rp13.090.000.000 dan sejumlah Rp3.400.000.000 (Rp3,4 miliar) supaya mereka menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018.

Adapun ke-53 anggota dan pimpinan DPRD Jambi yang tercantum dalam surat dakwaan Zumi Zola selaku penerima suap Rp16,49 miliar tersebut di antaranya yakni Cornelis Buston, Zoerman Manap, AR Syahbandar, Chumaidi Zaidi, dan Nasri Umar.

Kemudian, Zainal Abidin, Hasani Hamid, Nurhayati, Effendi Hatta, dan Rahimah. Selain itu, Suliyanti, Sufardi Nurzain, M Juber dan Popriyanto. Terdapat juga nama Tartinah, Ismet Kahar, Gusrizal, Mayloeddin dan Zainul Arfan, dan Elhelwi. Selain itu, Misran, Hilalati Badri, Luhut Silaban, Melihairiya, Budiyako, M Khairil, Bustami Yahta, Yanti Maria Susanti dan Muhammadiyah.

Selain itu, Sofyan Ali, Tadjudin Hasan, Fahrurozi, Muntalia Sainuddin, Eka Marlina, Hasim Ayub, Agusrama dan Wiwit Iswara. Kemudian, Supriyono, Syopian, Mauli, Parlagutan Nasution, Hasan Ibrahim, Rudi Wijaya dan Arrahmat Eka Putra. Kemudian, Supriyanto, Nasrullah Hamka, Cekman, Jamaluddin, Muhammad Isroni, Edmon A Salam dan Kusnidar.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-09-2018 18:03