Main Menu

KPK Cecar 2 Anggota DPRD Sumut Soal Uang Suap dari Gatot

Iwan Sutiawan
10-09-2018 22:36

Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 Elezaro Duha (NTARA FOTO/Reno Esnir/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi dua mantan anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Elezaro Duha dan Musdalifah soal penerimaan suap dagri Gatot Pujo Nugroho selaku Gubernur Sumut kala itu.

 

"Jadi kepada keduanya ini, masih ditanyakan terkait dengan penerimaan-penerimaan yang didapat oleh anggota DPRD Sumut dari Gubernur Gatot Pujo Nugroho," kata Yuyuk Andriati, Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan dan Publikasi KPK di Jakarta, Senin (10/9).

KPK memeriksa Elezaro Duha sebagai saksi untuk tersangka Musdalifah (MDH). Sebaliknya, Musdalifah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Elezaro Duha (ELD).

"Dua orang yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara suap anggota DPRD Sumut, Elezaro Duha yang kedua atas nama Musdalifah," ujarnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan 38 anggota atau mantan anggota DPRD Sumut. Dua orang di antaranya adalah Elezaro Duha dan Musdalifah diduga menerima hadiah atau janji alias suap dari Gatot. Mereka menerima uang sekitar Rp300-350 juta.

Gatot memberikan suap agar anggota DPRD Sumut menyetujui laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tahun 2012-2014, persetujuan APBD Pemprov Sumut 2013-2014 dan 2014-2015, serta agar DPRD tidak menggunakan hak interplasi terhadap Pemprov Sumut tahun 2015.

KPK menyangka puluhan mantan dan anggota legislatif Sumut itu melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap gubernur Sumut dalam kasus ini, di luar sangkaan lainnya telah divonis bersalah berdasarkan putusan pengadilan. Pada 27 Juli 2017, jaksa eksekutor KPK telah mengeksekusi yang bersangkutan ke Lapas Sukamiskin, Bandung.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-09-2018 22:36