Main Menu

Komjak Minta Keterangan Kejari Jakut Perkara Penggelapan Hasil Penjualan Daging Kerbau

Iwan Sutiawan
11-09-2018 14:48

Ilustrasi - Komisi Kejaksaan RI (Dok. Komjak RI/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Anggota Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia telah meminta keterangan dari kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kajari Jakut) tentang tidak ditahannya Dedby Laksmi Dewi dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan hasil penjualan daging kerbau sekitar Rp3 miliar setelah menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres Jakarta Utara.

 

Komisioner Komjak Barita Simanjuntak menyampaikan kepada wartawan, bahwa pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu soal laporan masyarakat soal penanganan perkara ini kemudian akan meminta penjelasan dari Kejari Jakut.

Terkait masalah tersebut, kata Barita kepada Gatra.com di Jakarta, Selasa (11/9), pihaknya telah meminta klarifikasi dari Kejari Jakut di antaranya soal kenapa yang bersangkutan tidak ditahan setelah menerima pelimpahan tahan dua.

"Saya sudah tanyakan ke Kejari, kemarin saya minta klarifikasi, itu terdakwa sudah masuk sidang. Terdakwa punya anak kecik dan sudah cerai dengan suaminya, dengan pertimbngan ini dan ada jaminan juga dari keluarga dia akan selalu ada, maka jadi tahanan kota," katanya.

Selain itu, lanjut Barita, pihaknya juga meminta keterangan soal adanya informasi bahwa pihak jaksa berupaya melakukan perdamaian untuk menyelesaikan kasus ini. Menurutnya, Kajari menyampaikan bahwa tidak ada upaya tersebut dan pihaknya telah meminta keterangan jaksa yang menangani perkara hingga kasie pidum.

Menurut Barita, jaksa penuntut umum nantinya akan melaksanakan perintah pengadilan apakah majelis hakim memerintahkan terdakwa harus ditahan atau tidak. "Jaksa menunggu perkembangan dari pengadilan," ujarnya.

Sebelumnya, Kasie Pidum Kejari Jakut, Diky Oktavia di Badiklat Kejaksaan menyampaikan, pihaknya segera melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk disidangkan setelah menerima pelimpahan tahap dua.

Diky menyampaikan, pihaknya menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres Jakarta Utara sekitar 2 pekan lalu. Tersangka sebelumnya sempat ditahan di penyidikan selama 20 hari, namun kemudian ditetapkan sebagai tahanan kota dan harus lapor setiap hari. "Kami juga lakukan pencekalan, sekarang dilimpahkan ke pengadilan minggu-minggu ini disidang," ujarnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, bahwa Amanda korban meminta perlindungan kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan melalui surat tertanggal 15 Agustus 2018 menyamaikan pihaknya melaporkan yang bersangkutan karena diduga menggelapkan uang hasil penjualan 3 kontainer daging kerbau impor beku yang dibelinya dari Bulog seharga Rp3,05 miliar.

Perusahaan Amanda menitipkan 3 kontainer daging kerbau tersebut setelah Deby merengek ingin menjadi distributor dan hasil penjualannya akan diserahkan ke perusahaan Amanda. Namun, setelah daging laku terjual, hanya sebagian uang yang disetorkan, atau ada sekitar Rp3 miliar yang tidak diberikan dengan alasan pembelinya tidak membayar.

Korban kemudian melaporkan Dedby ke Polres Jakut setelah musyawarah yang dilakukan tidak menemukan jalan keluar. Laporan itu melalui LP/1282/K/XI/2017/PMJ Resju tanggal 6 Nopember 2017, dengan sangkaan Pasal 372 juncto Pasal 378 KUHP.

Polda Jakut kemudian menetapkan terlapor sebagai tersangka dan melakukan penahanan selama 20 hari. Setelah itu penyidik melimpahkan perkaranya ke Kejari Jakut, namun jaksa tidak melakukan penahanan dan menetapkan sebagai tahanan kota dan wajib lapor. Terkait perkara ini, terlapor belum bisa dikonfirmasi karena penelusuran belum membuahkan hasil.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
11-09-2018 14:48