Main Menu

Kronologis KRI Rencong 622 Terbakar hingga Tenggelam, TNI AL akan Investigasi

Anthony Djafar
11-09-2018 19:59

KRI Rencong-622. (Dinas Penerangan TNI AL/re1)

Jakarta, Gatra.com - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta mengatakan bahwa TNI Angkatan Laut akan membentuk tim investigasi untuk mencari penyebab kebakaran KRI Rencong-622, di sekitar perairan Sorong kurang lebih 20 mil dari Dermaga Komando Armada III, Selasa pagi (11/9).

 

Kadispenal mengatakan bahwa peristiwa kebakaran terjadi ketika kapal sedang melaksanakan Operasi BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) III.

"Pada saat KRI bergerak dari laut menuju dermaga umum Sorong, untuk melaksanakan bekal ulang air tawar di Pelabuhan Sorong, sekitar pukul 07.00 WIT," kata Kadispenal dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (11/9).

Kapal yang sedang melaksanakan pemanasan Gas Turbin (GT), mulai start APU GT, GT sempat hidup, kemudian mati. Ketika diperiksa pada Control GT, indikator tidak ada kelainan. Namun ketika dicek ke ruang GT, tiba-tiba terjadi percikan api.

Prajurit KRI Rencong kata Gig, berusaha memadamkan api, namun Tim PEK KRI Rencong-622, kesulitan memadamkan api hingga membesar. Saat itu Komandan KRI, mengarahkan kapal agar mendekat ke daratan terdekat dan lego jangkar dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong.

Rupanya, kobaran api makin membesar dan kapal di black out (listrik mati total), hingga api menjalar mendekati gudang amunisi kapal. Karena rawan terjadinya ledakan, Komandan KRI memutuskan untuk meninggalkan KRI beserta seluruh ABK.

"Pada saat kebakaran terjadi, Komandan KRI Rencong-622 tetap berupaya melaksanakan penyelamatan kapal sesuai dengan prosedur yang berlaku, juga melaporkan dan berkordinasi terus dengan komando atas tentang kondisi yang dihadapi di lapangan," kata Kadispenal.

Meski upaya penyelamatan dan pemadaman terus dilakukan, namun api makin membesar dan tidak dapat ditanggulangi lagi, maka Komandan memutuskan seluruh anggota meninggal kapal dan kapal tidak dapat terselamatkan lagi, kemudian tenggelam pada posisi lego jangkar dekat Pulau Yefdoif di Perairan Sorong.

Seluruh ABK KRI Rencong yang selamat telah dievakuasi ke Pangkalan Armada III Sorong beserta beberapa peralatan penting KRI Rencong-622 yang dapat diselamatkan.

Diketahui, KRI Rencong-622 merupakan jenis Kapal Cepat Rudal (KCR), kapal ini dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979. Kapal ini didesain sebagai kapal berkecepatan tinggi yang badan kapalnya terbuat dari aluminium.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
11-09-2018 19:59